Jelang Penerimaan Siswa Baru, MTsN 1 Muna Bangun Masjid dan Targetkan Anak Didik Bebas BBTQ

  • Whatsapp

Muhammad Kadarul, S.Pd, MM, Kepala MTsN 1 Muna.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Muna, berharap orang tua siswa tidak ragu untuk menyekolahkan anaknya di madrasah yang dipimpinnya pada tahun ajaran baru 2021/2022 nanti. Pasalnya, selain menyiapkan proses belajar mengajar seperti pelajaran umum sebagaimana mestinya di sekolah umum, Madrasah tersebut juga menitik beratkan anak didiknya pada pendidikan keagamaan dengan mengaktifkan Taman Pembacaan Alqur’an (TPQ) dan pendidikan agama lainnya.

Kepala MTsN 1 Muna, Muhammad Kadarul, S.Pd, MM, yang dikonfirmasi wartawan media ini mengatakan, dalam penerimaan siswa baru di madrasah, pihaknya menyiapkan kwalitas pendidikan anak didik baru untuk duduk di kelas VII. Saat ini tercatat sekitar 70 lebih calon anak didik yang akan melanjutkan pendidikannya ke madrasah yang dipimpinnya. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah setelah pengumuman kelulusan SD nanti.

“Jadi ada 128 (seratus dua puluh delapan) siswa yang disiapkan untuk siswa baru tahun ajaran ini. Jumlah itu sesuai dengan rombongan belajar (Rombel) sebanyak 4 Kelas yang kami miliki. Tapi kami bisa menerima siswa lebih dari itu, dengan memanfaatkan gedung lain seperti gedung MAN 1 Muna. Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengakomodir antusias siswa yang biasanya membludak masuk ke MTsN 1. Masalahnya, anak-anak yang mendaftar dan tidak tercover, mereka menangis,” ungkap Kadarul.

Pertimbangan membuka opsi Rombel baru, ujarnya, karena calon siswa yang tidak terkaver disebabkan ketersediaan Rombel yang hanya menampung sekira 128 anak didik baru. Antusias orang tua siswa untuk melanjutkan pendidikannya ke MTsN 1 Raha, tidak terlepas oleh fasilitas yang disiapkan. Saat ini bahkan dirinya sedang membangun masjid didalam lingkungan madrasah yang akan menjadi tempat ibadah siswa bahkan masyarakat sekitar, serta pusat kegiatan pendidikan agama bagi siswa.

Kadarul juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa yang memberikan kepercayaan kepada MTsN 1 Muna untuk membina anak-anaknya sehingga bisa melanjutkan pendidikan di madrasah tersebut. Menurut Kadarul, madrasah yang dipimpinnya memiliki program yang jelas sehingga tidak perlu ada keraguan bagi orang tua siswa untuk mempercayakan pendidikan anaknya di madrasah yang dipimpinnya. Selain pengetahuan umum yang sama dengan sekolah umum lainnya, MTsN 1 Muna sejak tahun 2020 lalu memiliki program yakni tidak ada siswa MTsN1 Muna yang tidak tahu niat shalat dan Buta Baca Tulis Alqur’an (BBTQ). Pada bulan Juli 2021 nanti tepatnya tahun ajaran baru, Kadarul optimis akan melanjutkan program tersebut setelah sempat terpending karena pandemi Covid -19.

“Sebagai Madrasah, tentu latar belakang keagamaan lebih ditonjolkan. Anak MTsN 1 Muna tidak ada yang tidak tau niat shalat dan buta Baca dan Tulis Alqur’an nanti. Untuk itu, saya sudah urus semua legalitas TPQ yang selama ini ada tapi tidak punya legalitas. Setelah Masjid ini jadi yang kami rencanakan tahun ini, juga menjadi tempat anak-anak beribadah, seperti Shalat Zuhur dan Shalat Jum’at berjamaah sebelum mereka pulang. Teknisnya nanti kami atur, kalau shalat Jumat saya pikir pas karena hanya laki-laki,” paparnya.

Keberadaan masjid di lingkungan madrasah dinilai sangat penting. Hal tersebut membuat Kadarul bersama guru beserta bantuan dari sumbangan masyarakat berinisiatif untuk membangun masjid yang sebelumnya hanya berupa pondasi.

“Ini sudah lima tahun pondasinya, belum dibangun-bangun, bahkan sudah berlumut, sehingga saya sedih melihatnya. Jadi saya bersama guru serta sumbangan masyarakat berusaha patung-patungan membangun masjid ini. Saat ini kami membangun dengan tenaga sendiri, saya setiap hari berkesempatan kesini dan membantu mereka. Bahkan kami saling membantu membangun masjid ini, waalaioun saat ini kami masih kekurangan biaya tukangnya dan untuk sementara kami kerjakan sendiri,” ulasnya.

Kadarul mengungkapkan, masjid yang dibangun tersebut tidak akan sepi melainkan menjadi pusat kegiatan di dalamnya. Kegiatan pengajian akan dilakukan mulai dari Iqra hingga pada kelas tilawah sehingga nantinya bisa mengikuti kegiatan seperti Musabaqah Tilawatil Quran.

“Saya targetkan tahun ini mungkin dari 10 anak MTsN 1 Muna, bisa mewakili 10 Kecamatan di kelas Tilawah, selain itu saya juga target dalam setiap penamatan siswa itu dibarengi dengan Khatam Quran dan tidak ada alumni MTsN 1 Muna yang tidak tau baca Alqur’an,” tutupnya. (HS-EFI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *