Nama Hado Hasina Tercatat di Situs Kejati Sultra Sebagai Tersangka, Pemprov Diminta Evaluasi

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Dugaan Korupsi study manajemen rekayasa Lalu Lintas (Lalin) di Kabupaten Wakatobi memasuki babak baru. Meskipun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah menetapkan 2 (dua) tersangka pada tanggal 29 Maret 2021 dengan inisial HH dan L. Namun dalam proses berjalannya waktu dalam Perkara ini, Ke dua tersangka sudah dilakukan Penahanan kendati sifatnya masih tahanan Kota selama 20 hari yakni sejak tanggal 1 April sampai dengan 20 April 2021. Yang kemudian diperpanjang lagi dari tanggal 31 Mei sampai dengan tanggal 29 Juni 2021 depan..

Diketahui Proyek tersebut (Study Rekayasa Lalin di Kabupaten Wakatobi) merupakan kerjasama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) pada tahun 2017 lalu.

Dalam situs Kejati Sultra nama Kadishub Sultra Hado Hasina ikut tercatat dalam Portal Reformasi Birokrasi atau informasi tindak pidana khusus sebagai tersangka dalam kasus tindak Pidana Khusus (Pidsus) dengan pasal yang dilanggar, Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 subsider pasal 8 undang-undang RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan No. SPDP/tgl.SPDP B- 2759/P.3/F.d.1/01/2021-01-06. No.P16 / Tgl.p16. Print-12/P.3.5/Ft.1/01/2021. 2021-01-06. Dan Jaksa Penuntut Umum nya diketahui, 1.Robin Abdi Ketaren, S.H., M.Hum 2.Abuhar, S.H., M.H 3.Nurdin, S.H., M.H Anita Teresia, S.H,M.H. Tak sampai disitu, nama Kadishub Sultra ramai diberitakan sejumlah media bahwa Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina Jadi Tersangka Korupsi Proyek Rp 1 Miliar.

Atas informasi tersebut sontak membuat sejumlah ASN lingkup Dishub Sultra kaget. Salah seorang ASN lingkup Dishub Sultra yang tidak mau disebut namanya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

“Sepertinya kita ini dipimpin oleh seorang terduga korupsi atas kasus Study rekayasa Lalin di Kabupaten Wakatobi,” ungkapnya.

“Pak Kadis Perhubungan ini masih aktif berkantor bahkan kemarin masih pimpin rapat. Dan Pak Kadis ini juga masih mengelola kegiatan. Kalau tidak salah itu kegiatan DAK,” ungkapnya lagi.

Ia juga meminta Pemprov Sultra, untuk komitmen dengan pemberantasan korupsi, yakni dengan menempatkan pejabat yang bersih, sekaligus tidak memberikan tempat kepada koruptor.

“Pada dasarnya pelaku Korupsi ini perlu dibasmi dari bumi Anoa Sultra tercinta ini. Kok kami dipimpin Korupsi?,” tanyanya.

“Apalagi kita liat di situs resmi atau laman Kejati Sultra, bahwa nama Hado Hasina sebagai Kadishub Sultra terpampang jelas. Ini mestinya Pemprov mengevaluasi kepemimpinannya sebagai kepala dinas” pungkasnya.

Tempat terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum), Dody SH dikonfirmasi Rabu 9 Juni 2021 mengatakan, memang kemarin, ke dua tersangka dalam perkara ini sudah dilakukan tahanan Kota selama 20 hari, sejak tanggal 1 April sampai dengan 20 April 2021. Yang kemudian diperpanjang lagi dari tanggal 31 Mei sampai dengan tanggal 29 Juni 2021.

Ditanyakan mengenai alasan Kedua tersangka Korupsi sampai diberikan sebagai Tahanan Kota, lagi-lagi Kasi Penkum mengatakan itu hak dari penyidik.

“Itu hak dari Penyidik. Dan itu diatur dalam KUHAP. Maksudnya penahanan itu bisa lanjut, misalnya kalau tahanan penyidik itukan maksimal 20 hari. Kemudian penyidik minta perpanjangan ke JPUnya, maksimal 40 hari. Kalau belum selesai juga kita perpanjang lagi kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) dan dikasih lagi perpanjangannya. Jadi semua itu hak Penyidik. Dan sekarang ini perpanjangan Tahanan Kota,” bebernya.

“Tentunya kita bekerja secara professional. Sesuai dengan prosedur, dalam hal penyidikan, ini hal yang wajar jika diajukan penambahan penahanan dalam proses ini pihaknya tidak dalam keadaan tekanan,” sambungnya.

Dody juga mengatakan, kedua tersangka kooperatif. “Jadi saya jelaskan lagi, terkait dengan penahanan semua itu kewenagan dari Penyidik. jelas Kasi Penkum. (HS-EFI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *