Oknum Preman Marak Tarik Pungli ke Pedagang, Polda Sultra : Kami Lagi Lidik, Tunggu Hasilnya

  • Whatsapp

Ditreskrimum Polda Sultra, Kombes Pol La Ode Aries El Fatar S.I.K. Foto: 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI, – Dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodoha, Kota Kendari, tak pernah ada habisnya. Bahkan pungutan yang dilakukan di TPI melibatkan preman yang melakukan aksinya dengan leluasa tanpa ada halangan dari pihak terkait. Akibat ulah preman tersebut, masyarakat yang beraktifitas di TPI dibuat resah, mereka sudah mengeluh hingga mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Kota Kendari dan direspon dengan menggelar hearing di DPRD kota Kendari, pada bulan Maret 2021 lalu.

Hearing tersebut menghadirkan sejumlah pihak baik itu perwakilan nelayan dan pedagang maupun Dinas Perikanan Kota Kendari (Sekertaris Dinas Perikanan dan Kepala UPTD TPI ), sebagai instansi yang bertanggung jawab di wilayah tersebut. Saat hearing, terungkap sejumlah keluhan sekaligus kejanggalan tentang maraknya pembayaran yang dilakukan para pedagang, tanpa ada dasar hukum yang jelas.

Kendati ramai-ramai disorot media masa terkait dugaan pungutan di TPI Sodoha Kota Kendari itu, akan tetapi, pasca hearing, yang digelar di gedung rakyat itu bukannya membenahi aktifitas di TPI, justru pungutan yang dilakukan para preman terus berjalan hingga saat ini, seolah tidak ada apa-apa. Aktifitas para preman pun seolah tidak tersentuh dan terkesan dibiarkan oleh pihak terkait. Diduga kuat pihak berwenang seperti menutup mata dengan aksi-aksi preman yang belakangan diketahui di koordinir oleh ILHAM.

“Kami setiap hari membayar 2 (dua) kali, ditambah harga air, jadi semuanya Rp 15 ribu, yang satu ada karcisnya, yang satunya, saya tidak tau untuk apa, yang menagih pengurus didalam, dia tau ini bos, yang pungut itu Ilham namanya,” ungkap seorang ibu yang kesehariannya berdagang ikan di TPI yang bertempat di Kelurahan Sodooha, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Setelah ditelusuri, ILHAM bukanlah pegawai TPI Kendari, melainkan oknum preman yang bersama kelompoknya memungut tagihan di TPI Kendari. Bukan hanya menagih uang harian sebesar Rp 15 ribu. ILHAM juga menagih uang meja kepada para pedagang dengan jumlah yang bervariasi.

Menurut pengakuan para pedagang yang berjualan, mereka yang beraktivitas di lapak- lapak diharuskan membayar uang meja dengan jumlah yang berfariasi, ada yang Rp 700 ribu bagi pedagang sayur dan parang namun bagi pedagang ikan diharuskan membayar Rp7 juta hingga 20 juta pertahunnya. Uang tersebut menurut mereka langsung ditagih oleh ILHAM beserta kelompoknya. Belum lagi uang perbulan yang harus dibayarkan sebesar Rp 100 ribu.

Maraknya dugaan pungutan yang tidak sesuai dengan aturan dan dilakukan oleh oknum preman, seharusnya mendapat respon tegas oleh UPTD TPI, Sodooha Kendari, karena salah satu tugas UPTD TPI khususnya pelaksana Teknis Pengamanan adalah melaksanakan koordinasi dengan tim keamanan terpadu atau unit keamanan lain dalam pengamanan dan penertiban pelaksanaan pelelangan ikan dan kelestarian sumberdaya perikanan. Anehnya, aktifitas para preman di kawasan tersebut luput dari perhatian UPTD TPI Sodooha Kendari, meskipun aksi tersebut sudah berlangsung lama di wilayahnya.

Selain pihak terkait atau berwenang yang terkesan membiarkan pungutan yang dilakukan para preman tersebut. Padahal, pungutan yang tidak memiliki dasar hukum tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Kemaraya, Polres Kendari, Polda Sultra dan Kota Kendari, dan sudah menjadi konsumsi publik. Bahkan hal tersebut telah dihearing oleh DPRD Kota Kendari. Lantas, apa yang menjadi kekuatan ILHAM cs melakukan aksinya dengan leluasa, lalu duit yang dihasilkan dari para pedagang di kemanakan?

Tidak hanya pungutan para preman yang menjadi persoalan, hasil penelusuran wartawan media ini, sejumlah pedagang juga mengeluhkan uang dan ikan beserta kardusnya raib di tempat tersebut. Kondisi itu menandakan kurangnya perhatian pengelola dan aparat kemanan dalam menjaga keamanan di areal TPI Sodoha Kota Kendari. Kenyataan pahit tersebut tentu memukul para pedagang yang menggantungkan hidup mereka di kawasan tersebut. Padahal, mereka mengaku rajin membayar dengan harapan aktivitas beserta barang-barang mereka terjamin keamanannya.

Tempat terpisah, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Kombes Pol La Ode Aries El Fatar S.I.K dikonfirmasi melalui pesan Watshapnya, Rabu 16 Juni 2021 mengatakan, pihaknya masih dalam Lidik atas dugaan Pungli yang dilakukan oleh oknum Preman di TPI Kendari.

“Kami masih Lidik. Tunggu hasilnya,” ungkap singkatnya. (Edi Fiat).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *