PT Tristaco Bantah Menambang di Kawasan Hutan Lindung, Kami Beraktivitas di APL

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KONUT – Sorotan lembaga Ampuh Sultra yang di beritakan di sejumlah media online belum lama ini terkait dengan aktivitas penambangan nikel tidak memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di benarkan pihak Humas PT. Tristaco, Jakri Jafar.

“Memang benar, Kita PT Tristaco belum memiliki IPPKH, namun semua dokumen kelengkapan untuk pengurusan IPPKH sudah kita lengkapi di Kementerian Kehutanan, hanya menunggu keluarnya saja,” ungkap Humas PT Tristaco Jakri Jafar, Jumat 16 Juli 2021.

Akan tetapi lanjut Jakri, terkait dengan aktivitas kami, Kami PT Tristaco telah melakukan aktivitas penambangan di kawasan Areal Penguna Lain (APL).

“Jadi Saya luruskan, PT Tristaco beraktivitas di APL, bukan menambang di HL atau Hutan Lindung seperti yang diberitakan atau di tuduhkan ke Kami,” jelasnya.

Menurutnya, rata-rata perusahaan yang mengajukan IPPKH tidak semua mayoritas dan hanya beberapa perusahaan saja yang mengusulkan awal tahun ini.

“Belum terbitnya IPPKH itu bukan kesalahan Kami, yang jelas kita sudah melengkapi semua dokumen persyaratannya,” imbuhnya.

Seyogianya ucap Jakri, pihak Ampuh Sultra ataupun pihak media yang memberitakan klarifikasi dulu kepada Kami agar berita yang diterbitkan berimbang dan tidak sepihak.

“Berita yang dibuat sepihak tanpa ada klarifikasi kepada Kami yang menjadi objek berita. Kami selalu terbuka dengan masukan dan kritikan dari masyarakat yang sifatnya membangun,” terangnya.

Dikatakan Jakri, mengenai pencemaran nama baik perusahaan pihaknya akan mengambil langkah- langkah khusus.

“Yang jelas kita “welcome” dengan semua kritikan dari masyarakat, dan kita buka ruang untuk berdiskusi secara internal, dan kalaupun perusahaan melanggar aturan, pihak perusahaan juga siap dengan konsekuensinya,” beber Jakri.

Sampai hari ini jelas Jakri, pihak perusahaan menambang dalam wilayah IUP. ” kalau menambang diluar IUP maka kita menerobos kawasan perusahaan lain dan bisa dipidana,” pungkasnya. (Edi Fiat).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *