LPM Sultra Apresiasi Kejati Sultra Atas Kinerjanya Dalam Penuntasan Kasus Korupsi

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat mengapresiasi tindakan ataupun kinerja terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam menuntaskan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang terjadi di Sulawesi Tenggara. Hal tersebut diungkapkan Ados Ketua Umum LPM Sultra, Kamis 5 Agustus 2021.

“Apresiasi tersebut setelah Kejati Sultra di hebohkan dengan dua kasus besar korupsi yang melibatkan salah satu Direktur PT Toshida LSO, Mantan Kabid Minerba ESDM Sultra YSM, dan seorang Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Provinsi Tenggara (Sultra) HH bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) sehingga seorang LPPM ikut terlibat yang diketahui LMNA inisial. Ini adalah suatu pencapaian besar yang dilakukan oleh Kejati dalam penuntasan tindak pidana korupsi yang terjadi di Sulawesi Tenggara,” ungkap Ados JR Pata Sumowo nama sapaan akrabnya kepada media ini.

Bacaan Lainnya

Diungkapkan Ados, Kejati Sultra belum lama ini telah melakukan penahanan terhadap 2 (dua) tersangka, salah satunya yaitu Dinas Perhubungan Sultra yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi rekayasa lalu lintas dilakukan pada tahun anggaran 2017-2018 lalu.

“Dishub Sultra ini diketahui bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) untuk mengerjakan proyek tersebut (rekayasa lalulintas jalan di Kabupaten Wakatobi). Sehingga salah satu dari UHO ikut terlibat dan sudah ditetapkan tersangka dan di tahan. Tentunya ini Kami secara kelembagaan sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Kejati Sultra,” papar Ados.

“Kami apresiasi Kejati Sultra sudah menahan HH, dan LMNA. Ini adalah awal baik yang dilakukan oleh Kejati Sultra dengan penuntasan kasus Korupsi dan tentunya ini dijadikan sebagai lembaga percontohan untuk lembaga-lembaga penegakan hukum yang ada di seluruh Indonesia. Penuntasan kasus korupsi ini harus betul-betul dituntaskan dan ditindaki agar ada efek jera untuk para pelaku pelaku tindak pidana korupsi. Sebab Pelaku Korupsi hanya mementingkan kepentingan diri sendiri maupun kelompok itu sendiri,” lanjutnya.

Lebih lanjut Ados mengungkapkan, dengan terkuaknya beberapa kasus besar di Sultra ini menjadi contoh bagi pelaku birokrasi yang hari ini masih menjabat sebagai pejabat di negeri ini maupun di Sultra dan ini bisa mampu menstimulasi cara pandang dan berpikir para pejabat untuk tidak lagi melakukan tindak pidana korupsi yang pada akhirnya akan membuat kita berada dalam jeruji besi.

“Olehnya itu Kami sangat mengapresiasi dan sangat menghargai serta mendukung Kejati Sultra dalam penumpasan Tindak Pidana Korupsi yang ada di Sulawesi Tenggara. Sebab Korupsi merupakan salah satu kejahatan besar atau pelaku Korupsi merupakan bencana di atas bencana,” tutup Ketua Umum LPM Sultra Ados.

Diberitakan sebelumnya :
Kejati Sultra Tahan Kadishub Sultra Hado Hasina Saat Hadiri Panggilan Tahap II

Ketgam: Hado Hasina menggenakan baju tahanan Kejaksaan Tinggi. Dok: Ist.

Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya menahan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Sultra, Hado Hasina bersama La Ode Nurrahmat Arsyad terkait dugaan Korupsi Manajemen rekayasa Lalulintas di Kabupaten Wakatobi

Kadis Perhubungan aktif Hado Hasina ditahan saat mengahadiri panggilan tahap II oleh Kejati Sultra.

Hado Hasina selanjutnya di bawa oleh pihak Kejaksaan menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari dengan menggunakan rompi yang bertuliskan Tahanan Kejaksaan, Rabu 28 Juli 2021, sekitar pukul 17:00 Wita

Keberadaan Hado Hasina bersama Laode Nurrahmat Arsyad di Rutan Kendari, dibenarkan oleh Kepala Rutan Negeri Kelas IIA Kendari, Iwan Mutmain, yang dikonfirmasi via telepon selulernya

“Iya tadi sore kita terima penahanan Hado Hasina bersama Laode Nurrahmat Arsyad sekitar pukul 17:00 wita,” ungkap Kepala Rutan Negara Kelas IIA Kendari

Sementara itu, dikonfirmasi pihak Kejati Sultra melalui Kasi Penkum Kejati Sultra Dody, SH mengatakan, kasus tersebut sudah tahap II, Dan Kejati Sultra langsung menahannya

“Hado Hasina dan Laode Nurrahmat Arsyad tadi langsung ditahan di Rutan Negara Kelas IIA Kendari,” ungkapnya

Kasus yang melibatkan Kadishub Sultra aktif tersebut diketahui bermula saat Dishub Sultra bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Halu Oleo pada tahun 2017 lalu

Sekitar tahun 2020 Kejati Sultra mengendus adanya kerugian negara dalam proyek tersebut, sehingga memeriksa sejumlah pihak termasuk Kadis hub Sultra, Hado Hasina

Langkah tegas yang dilakukan Kejati Sultra tersebut merupakan wujud komitmen korps Adhyaksa dalam menegakan hukum di bumi anoa

Kejati Sultra, tidak memberikan ruang bagi terduga korupsi untuk bebas, apalagi mengulangi perbuatannya

Hal tersebut, sekaligus menjawab kritikan sejumlah elemen terhadap Kejati Sultra dalam memproses kasus dugaan korupsi rekayasa manajemen lalu lintas di Kabupaten Wakatobi. (Edi Fiat).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *