Pemkab Kolut Segel Jetty PT Kasmar, HMI : Kami Apresiasi, Diharap Lakukan Penyisiran Jetty di Blok Latowu

  • Whatsapp

Ketgam: Pemerintah setempat usai menyaksikan Penyegelan Jetty milik PT Kasmar Samadure Indonesia (KSI) diantaranya, Camat Lambai, Kepala Desa Woitombo, Kepala Desa Woise, Kepala Desa Lambai, Kepala Desa Sulaho, Satpol PP, Babinsa, Syahbandar, dan Kepolisian. Dok: Ist.

 

Bacaan Lainnya

SENTRALSULTRA.ID, KOLUT – Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang di miliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) mulai dari sektor Perikanan, Perkebunan maupun potensi Pertambangan tentunya ini menjadi penopang ekonomi masyarakat Kolaka Utara bila dikelolah dengan baik, namun sebaliknya jika tidak di kelolah dengan baik, maka akan menimbulkan kerusakan alam dan akan berdampak pada masyarakat sekitar terkhususnya di bidang Pertambangan. Hal itu disampaikan oleh Pjs. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kolut Muhammad Syamsu Alam, Minggu 8 Agustus 2021.

Diungkapkan Syamsu Alam, maraknya dugaan aktivitas pertambangan ilegal di Kolut berbagai macam cara dilakukan untuk mengeruk sumber daya alam yakni, mulai menambang di luar IUP, sampai dengan membuat Jetty ilegal. Hal tersebut membuat Pemkab Kolut bereaksi dengan melakukan Penyegelan terhadap Jetty milik PT Kasmar Samudera Indonesia (KSI).

“Beberapa hari yang lalu (5 Agustus 2021), Pemkab Kolut melalui Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) menertibkan Jetty di Kecamatan Lambai. Adapun Jetty yang disegel itu adalah Jetty milik PT KSI yang saksikan langsung sejumlah Kepala Desa yang berada di Kecamatan Lambai. Hal itu terlihat juga pada postingan diakun media Facebook milik Muhammad Nasir Nasir yang diketahui sebagai Kepala Desa Sulaho,” beber Syamsu Alam.

Ketgam: Hasil screenshot postingan Facebook milik Muhammad Nasir Nasir yang diketahui sebagai Kepala Desa Sulaho. Dok: Ist.

Adapun postingan di Media Sosial Facebook yang disinyalir milik Kepala Desa Sulaho tersebut lanjut Syamsu Alam berbunyi “Penyegelan proses kegiatan tambang diarea waitombo… #gabungan4desadansatpolpp Berjalan Lancar. Penyegelan disaksikan oleh kepala Syahbandar,” tulisnya.

“Olehnya itu kami dari HMI Cabang Kolut mendukung serta mengapresiasi langkah yang di ambil oleh Pemkab Kolut untuk melakukan penyegelan sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan praktek ilegal mining yang ada di Kolaka Utara,” lanjutnya.

Namun perlu di ketahui ungkap Syamsu Alam bahwa aktivitas Jetty Ilegal bukan hanya pada blok sua-sua saja, akan tetapi juga berdasarkan hasil investivigasi Kami dilapangan kami juga menemukan sejumlah aktivitas Pembangunan Jetty pada blok Latowu yang diduga Jetty tersebut, adalah Jetty ilegal. Dan parahnya sudah beberapa kali melakukan penjualan ore nikel, maka dari itu kami berharap kepada Pemerintah setempat juga melakukan penyisiran pada blok Latowu, agar hal tersebut tidak terkesan tebang pilih dalam menegakkan aturan.

“Jadi Kami sementara ini berupaya untuk mengumpulkan data-data terkait dengan aktifitas Jetty Ilegal yang beroperasi di blok Latowu, untuk kemudian Kami akan menyerahkan kepada Pemkab Kolut untuk kemudian harapannya untuk melakukan penindakan sesuai peraturan yang berlaku. Ini kami lakukan sebagai salah satu bentuk upaya agar terciptanya Kolaka Utara madani sebagai mana visi dan misi Pemerintah,” terangnya.

Hingga berita ini tayang dikonfirmasi kepada Pemerintah setempat pak Desa Sulaho dan pihak Satpol PP Kolut belum terhubung. (Laporan Tim).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *