Pimpin Upacara Peringatan HUT RI ke 76, Ini Pesan Kapolsek Abeli

  • Whatsapp

Ketgam: Suasana usai memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 76. Dok: Rahman.

SENTRALSULTRA.ID, ABELI – Kepolisian Sektor (Polsek) Abeli, Resort Polres Kendari melaksanakan upacara hening cipta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 76 di depan kantor Polsek Abeli.

Bacaan Lainnya

Dalam Detik-detik proklamasi tersebut ditandai dengan bunyi sirine yang dipimpin langsung Kapolsek Abeli, Iptu Muhammad Ady Kesuma, SH. Dan dihadiri sejumlah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo (UHO) gelombang ke II, serta masyarakat yang secara spontan ikut dalam Kegiatan Hening Cipta yang berjumlah sekitar 30 (tiga puluh) orang.

Untuk diketahui dalam pelaksanaan acara tersebut dilakukan dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang berlaku.

“Upacara saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19. Dan tetap dilakukan walau hanya skala terbatas. Untuk diketahui bersama bahwa adapun tema yang diusung yakni, “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Artinya walaupun Kita selama ini sudah diuji dengan persoalan apapun namun, tetap kita bangkit,” ungkap Kapolsek Abeli kepada awak Media, Selasa 17 Agustus 2021.

Lanjut Kapolsek menyampaikan, momentum kemerdekaan ini salah satu semangat kita bersama semua elemen bangsa bersatu dalam rangka terus semangat menjalani hidup di era Covid-19.

“Pemerintah selalu hadir setiap saat untuk mencari solusi bagaimana cara untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19 yang saat ini masih terus menghantui kita bersama,” terang Kapolsek.

Ditempat yang sama, salah seorang warga Abeli mengatakan, peringatan HUT RI ke 76 ada perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Iya berharap warga yang enggan disebutkan namanya ini berharap, semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu.

“Yang mengikuti upacara hari ini hanya sedikit atau terbatas, semoga kedepannya Covid-19 ini segera berlalu, agar kedepannya kita melaksanakan upacara secara meriah,” harapnya.

“Dengan upacara hari ini serba terbatas, ini sebenarnya contoh kesadaran warga dengan bahayanya Covid-19 ini. Dan ini juga bagian dari upaya dalam memutus mata rantai Covid-19. Dengan berjumlah sekitar 30 peserta yang mengikuti upacara tetap kita menjaga jarak walaupun nyatanya makin menurun angkanya,” pungkasnya. (Rahman/Fiat).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *