Sambut Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Ali Mazi Vaksinasi 1.500 Warga Kota Kendari

  • Whatsapp

Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., mengunjungi Posko Satgas Covid-19 Sultra. Seusai mengikuti Sidang Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, sekaligus Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus mengikuti pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang berlangsung pada pukul 08.08 WITA, di ruang sidang utama DPRD Sulawesi Tenggara.

Bacaan Lainnya

Sidang paripurna DPRD Sultra itu memang disela untuk mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR dan DPD. Presiden Joko Widodo dijadwalkan dalam dua kali kesempatan. Pidato pertama Presiden RI dalam rangka Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato dalam rangka HUT Kemerdekaan RI yang ke-76 pada Sidang Tahunan MPR, adapun pidato kedua dalam rangka Penyampaian RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang DPR RI, pada pukul 08.08 – 10.53 WITA. Sidang paripurna DPR-RI dalam rangka HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI, di hadapan anggota sidang yang hadir secara fisik di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, dan juga secara daring.

Dalam Sidang Paripurna itu, Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa meskipun saat ini negara sedang berkonsentrasi dalam menangani permasalahan kesehatan, tetapi perhatian terhadap agenda-agenda besar menuju Indonesia Maju tidak berkurang sedikit pun. Pengembangan SDM berkualitas tetap menjadi prioritas. Penyelesaian pembangunan infrastruktur yang memurahkan logistik, untuk membangun dari pinggiran dan mempersatukan Indonesia pun terus diupayakan. “Reformasi struktural dalam rangka memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tetap menjadi agenda utama,” papar Presiden Joko .

Pemerintah harus selalu tanggap terhadap perubahan keadaan, dari hari ke hari secara cermat. Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan. “Pandemi telah mengajarkan kepada kita untuk mencari titik keseimbangan antara gas dan rem, keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan perekonomian. Dalam mengambil keputusan, pemerintah harus terus merujuk kepada data, serta kepada ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Presiden Republik Indonesia juga menyinggung soal kebijakan pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat. Menurut Presiden Joko Widodo, yang harus dilakukan paling lama setiap minggu, dengan merujuk kepada data terkini. Presiden Joko Widodo mengatakan, mungkin hal ini sering dibaca sebagai kebijakan yang berubah-ubah, atau tidak konsisten.

“Justru itulah yang harus kita lakukan, untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat. Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi,” jelas Presiden Joko Widodo.

Ketua DPR-RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menegaskan bahwa DPR-RI memiliki komitmen yang tinggi untuk memastikan tugas-tugas negara tetap dapat berjalan dengan baik, meski di tengah kondisi pandemi Covid-19. Puan menyampaikan DPR-RI akan fokus menyelesaikan pembahasan tingkat pertama sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU).

Adapun RUU yang dimaksud Puan antara lain RUU tentang Perlindungan Data Pribadi, RUU Penanggulangan Bencana, RUU Perubahan Kelima atas Undang Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Kemudian RUU tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, RUU Jalan, RUU Badan Usaha Milik Desa, dan RUU tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Masih di tengah pandemi Covid-19, Senin 16 Agustus 2021, MPR-RI melaksanakan Sidang Tahunan di Gedung Nusantara, Kompleks Senayan, Jakarta. Sidang itu digelar dengan menerapkan Protokol Kesehatan ketat, antara lain membatasi tamu undangan.

Undangan yang hadir secara fisik antara lain Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para Menteri Koordinator, dan Menteri Sekretaris Negara. Kemudian, Menteri Sekretaris Kabinet, Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, Panglima TNI, dan Kapolri. Serta Ketua DPR-RI, Ketua BPK, Ketua MA, Ketua MK, dan Ketua Komisi Yudisial.

Ekosistem Ekonomi Digital

Dalam pidato sesi kedua, Presiden Joko Widodo berbicara mengenai pemerintah yang terus melakukan perluasan akses pasar (ekspansi) produk-produk dalam negeri. Menurut Presiden Joko Widodo, hal ini merupakan agenda penting pemerintah, sehingga wajib digalakkan untuk meningkatkan daya saing industri dan produk dalam negeri.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Perluasan akses pasar bagi produk-produk dalam negeri menjadi perhatian serius pemerintah. Program Bangga Buatan Indonesia terus kita gencarkan, sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global,” ujar Presiden Joko.

Presiden Joko Widodo melanjutkan, pemerintah juga terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Hingga Agustus ini, ia menyampaikan bahwa sudah lebih dari 14 juta UMKM bergabung dalam digitalisasi UMKM melalui aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar yang dibentuk pemerintah.

“Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global. Tahun 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp253 triliun. Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 Triliun di tahun 2021,” terang Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga menjelaskan bahwa pemerintah telah meluncurkan Online Single Submission (OSS), yang sangat mempermudah semua level dan jenis usaha, terlebih pada jenis usaha yang berisiko rendah. “Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya,” imbuh Presiden Joko Widodo.

Pandemi Covid-19, dikatakan Presiden Joko Widodo, telah memberikan hikmah kepada bangsa Indonesia bahwa krisis telah menuntut konsolidasi kekuatan negara untuk melayani rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan. Menurut Presiden Joko Widodo, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, utamanya lembaga-lembaga negara, menempati posisi sentral.

“Kerja cerdas dan sinergitas antar-lembaga negara menjadi salah satu kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan yang terjadi di masa mendatang. Keseimbangan dan saling kontrol antar-lembaga negara sangatlah penting dalam sistem ketatanegaraan kita. Tetapi, kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, justru lebih utama dalam menghadapi pandemi,” jelas Presiden Joko Widodo.

Gubernur Ali Mazi Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi

Di Rapat Paripurna DPRD Sultra, Gubernur Ali Mazi menyampaikan bahwa proklamasi kemerdekaan negara kita, sekaligus menjadi tonggak awal kebebasan membangun bangsa sesuai dengan keinginan dan cita-cita kita menuju kesejahteraan yang berkeadilan sosial sebagai visi bernegara yang luhur berlandaskan pancasila dan UUD 1945. Perlu disadari bersama, bahwa kebebasan yang kita punyai tentu tidak boleh membuat kita sampai terlena apalagi lalai, karena pembangunan adalah sebuah proses yang terus-menerus berkelanjutan yang hanya mengenal awal, tetapi tidak mengenal akhir.

Ketgam: Gubernur Sultra Ali Mazi saat meninjau proses Vaksinasi. Dok: Jubir Gubernur Sultra.

“Saat ini upaya pembangunan bangsa kita tengah diusik oleh pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir, dan dampaknya telah menggoyahkan dan mengganggu hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, sosial budaya, hingga ketertiban dan ketentraman masyarakat,” kata Gubernur Ali Mazi dalam pidatonya.

Dalam suasana ancaman pandemi yang masih saja berlangsung, akibat munculnya varian baru Covid-19 yang menular dengan cepat dan masif, membuat cara dan bentuk Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di tahun ini serupa dengan tahun 2020 yang lalu. Kemeriahan dan berbagai ekspresi suka cita yang biasanya dilakukan, terpaksa harus dikurangi bahkan ditiadakan, termasuk peserta rapat dan upacara pun harus dibatasi dari yang biasanya, dengan harapan untuk memutus rantai penularan Covid-19 dari orang ke orang.

Kini, sudah lebih satu tahun Covid-19 mewabah di negeri kita. Jumlah kasus terkonfirmasi positif setiap harinya masih tergolong banyak, hal ini dikarenakan upaya-upaya pencegahan penularan virus yang dilakukan pemerintah dan pemerintah daerah tidak diimbangi oleh tingkat kesadaran dan disiplin sebagian masyarakat yang masih rendah. Nampak dari sebagian anggota masyarakat yang abai terhadap pemakaian masker, malas cuci tangan. Interaksi dan komunikasi yang tidak memperhatikan jarak, serta masih ada masyarakat yang tidak peduli terhadap anjuran vaksinasi, sebagai salah satu ikhtiar yang secara medis diyakini efektif untuk menciptakan sistem kekebalan tubuh dari virus.

“Selaku gubernur, saya telah memerintahkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 agar bekerja lebih cepat. Anggaran pemerintah harus cepat diserap, terutama insentif tenaga kesehatan agar pelayanan lebih baik. Percepatan penyerapan anggaran juga harus terjadi pada organisasi perangkat daerah lain, agar bisa meningkatkan konsumsi dan dapat meningkatkan investasi yang pada gilirannya geliat semua lapangan usaha bisa bangkit kembali,” ujar Gubernur Ali Mazi.

Lebih lanjut Gubernur Ali Mazi mengingatkan, bahwa tema peringatan HUT Proklamasi Kemerderakan Indonesia ke-76 tahun ini, yakni Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Tema singkat tersebut, sejatinya untuk merangsang gairah dan motivasi semua komponen bangsa, untuk senantiasa yakin dan optimis, bahwa dibalik kesulitan akibat pandemi terdapat asa. Belajar dari sejarah panjang perjuangan bangsa, ternyata bangsa kita selalu sanggup keluar dari kesulitan. Bangsa kita telah mengalami berkali-kali ujian, yang membuat kita tetap tangguh, dapat bangkit dan tumbuh menjadi sebuah bangsa yang kuat.

“Oleh karena itu, sebagai wujud rasa terima kasih kita kepada para pejuang kemerdekaan, maka mari kita satukan persepsi dan pemahaman, tentang arti dari perjuangan, khususnya perjuangan untuk keluar dari pandemi Covid-19. Dan selaku pimpinan daerah, saya mengajak kepada segenap komponen masyarakat di sulawesi tenggara, mari kita sinergikan langkah dan upaya, serta mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mendukung ketangguhan bangsa menuju indonesia tumbuh dan maju,” kata Gubernur Ali Mazi.

Setelah berpidato di hadapan wakil rakyat, Guburnur Ali Mazi dan Wagub Lukman Abunawas bersama anggota Forkopimda, antara lain Ketua DPRD Sultra H. Aburrahman Shaleh, SH., Danrem 143/HO Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan S.E., M.B.A., Kapolda Irjen. Pol. Drs. Yan Sultra Indrajaya, S.H., Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra Sarjono Turin, SH., MH., Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara Dr. HAS. Pudjoharsoyo, SH., M.Hum.,

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Dr. H. Lukman Abunawas, S.H., M.Si., dan Sekda Pemprov Sultra DR. Hj. Nur Endang Abbas, SE., M.Si., Danlanal Kendari Kolonel (P) Andike Sri Mutia, S.Sos., Danlanud HLO Kendari Kolonel (Pnb.) Muzafar, S.Sos., M.M.

Para pejabat lainnya adalah: Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Silvester Sili Laba, SH., Kepala Badan Narkotika Nasional Prov. Sultra Brigjen Pol. Sabaruddin Ginting, Ketua KPU Prov. Sultra La Ode Abdul Natsir. Hadir pula Rektor Universitas Halu Oleo Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc., dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Sultra

Gubernur Ali Mazi secara langsung melihat proses vaksinasi dan beberapa kali mengecek dan bertanya kepada tenaga kesehatan yang sementara bertugas untuk mendapatkan penjelasan seputar proses vaksinasi.

Di sela-sela peninjauan, Gubernur Ali Mazi menyerahkan secara simbolik 400 paket Program Sosial dari Bank Indonesia berupa Bantuan Paket Sembako untuk Masyarakat melalui Satgas Covid-19 Provinsi Sultra.

Gubernur Ali Mazi sekali lagi mengecek beberapa hal mengenai kelengkapan proses vaksinasi yang sedang berlangsung sembari berpesan pada para petugas agar vaksinasi diteruskan dalam beberapa tahapan, sampai semua masyarakat Sultra terlayani. Vaksin masih akan dikirimkan Pemerintah Pusat sampai proses vaksinasi selesai.

Sebelum kembali ke rujab, Gubernur Ali Mazi dan Wagub Lukman Abunawas serta jajaran Forkopimda Sultra ke acara pembagian sembako berikutnya di Jalan Taman Suropati, Kota Kendari. Di sana, dalam kondisi hujan deras, Gubernur Ali Mazi dan Wagub Lukman Abunawas sempat berbincang dengan warga sehat yang menjalani isolasi mandiri. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. (ADV) Edi Fiat.

Sumber: Ilham Q. Moehiddin
Juru Bicara Gubernur Sultra.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *