Tak Kenal Lelah dan Hari Libur, Kadis Cipta Karya Sultra Tetap Pantau Pembangunan RS Jantung

  • Whatsapp

Dr. Ir. H. Pahri Yamsul, Msi.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Tidak mengenal lelah dan hari libur, Kepala Dinas (Kadis) Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ir. H. Pahri Yamsul, Msi., terus memantau proses Pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Pembuluh Darah yang terletak di kawasan Eks RSUD Sultra, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan Mega proyek tahap II (dua) yang memakan anggaran sekira ratusan miliar itu, benar-benar digenjot. Dan itu bentuk kepedulian kita untuk selalu memantau proses pengerjaannya. Sebagai leading sektor dalam pembangunan gedung tersebut, pengecekan dan pemantauan tentunya harus dilakukan, sehingga progres pekerjaannya sesuai dengan apa yang diharapkan,” ungkap Pahri Yamsul saat ditemui disela-sela peninjauan dan pengawasan pembangunan RS Jantung dan Pembuluh Darah, Minggu 22 Agustus 2021.

Diketahui bahwa, keseriusan dilakukan Kadis Cipta Karya, tidak saja saat hari kerja, bahkan dihari libur saat sebagian besar masyarakat meluangkan waktu khusus untuk keluarga, namun di hari libur pun, dimanfaatkan Kadis Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang Dr. Ir. H Pahri Yamsul, dengan melakukan pengecekan ke lokasi tersebut, sebagai bentuk keseriusannya pada pembangunan RS kebanggaan warga Sultra itu nantinya.

Ketgam: Dr. Ir. H. Pahri Yamsul, M.si saat meninjau pembangunan RS Jantung dan Pembuluh Darah. Dok: Edi Fiat.

“Jadi, hari ini Saya lakukan peninjauan sekaligus pengawasan. Hal seperti ini tentunya kita lakukan Seminggu sekali untuk peninjauan bagian atas gedung. Kalau dibawah, itu hari-hari kita adakan peninjauan,” jelasnya.

“Memang ini pekerjaan rutinitas kita untuk melakukan peninjauan, guna mengetahui kalau ada hambatan. Misalnya, hujan sampai malam, itu selanjutnya kita adakan rapat bersama. Dan kesimpulannya, langkah- langkah apa yang kita harus lakukan berikutnya. Sehingga pekerjaan tidak berhenti,” ungkap Pahri menambahkan.

Saat berkunjung di lokasi proyek, Kadis Cipta Karya, Minggu, 22 Agustus 2021 terlihat begitu teliti mengecek proses pembangunan yang sedang dilakukan. Menurutnya, sejauh ini pembangunan RS Jantung yang akan menjadi salah satu icon Provinsi Sulawesi Tenggara itu, tidak menemui kendala yang berat. Hanya saja, kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan menjadi kendala. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi progres pengerjaan proyek tersebut.

“Walau hari libur, saya mengecek pekerjaan RS Jantung ini guna keseriusan dalam membangun. Tidak kita pungkiri juga bahwa, kendala dalam pembangunan, namun hanya faktor cuaca. Tapi ketika hujan kita langsung adakan rapat untuk mencarikan solusi,” ungkap lebih jelasnya.

RS Jantung dan Pembuluh Darah tersebut, diklaim memiliki design yang mewah. Selain menjadi Rumah Sakit yang megah dan lengkap di kawasan Indonesia Timur, RS Jantung dan Pembuluh Darah juga memiliki konsep edukasi sehingga dapat dimanfaatkan mahasiswa Kedokteran Universitas Halu Oleo untuk melakukan praktek perkuliahan.

Ditempat yang sama, General Proyek Sofyan Tibo mengatakan, pihaknya tetap optimis akan tepat waktu dalam mengerjakan RS Jantung dan Pembuluh Darah, pasalnya memang kita fokus dan selalu berkoordinasi dengan pihak PU dalam hal ini Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang bila ada hambatan.

Ditanyakan soal kendala dilapangan, Sofyan mengatakan, memang ada, namun hanya kendala di cuaca. Kadang kita kerja, kadang juga tidak. Mestinya di bulan Agustus akhir ini, seharusnya sudah kemarau, tapi nyatanya kita tau bersama masih hujan.

“Jadi ini sangat mempengaruhi pengiriman material kita. Nah itu yang jadi kendala. Material terlambat, pengerjaan juga tentunya terlambat. Nah kedepannya mudah-mudahan cuaca nantinya bersahabat supaya progres kerja kita lebih bagus lagi,” Sofyan kepada awak media.

“Sepanjang perjalanan pengerjaan proyek ini, alhamdulilah belum ada kendala yang berat ditemukan, semoga seterusnya sampai tuntas,” lanjutnya.

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, progres kerja kita sekarang ini sudah sampai 15 persen. “Ya tadi penyebabnya, faktor cuaca. Tapi tetap kita siasati ini hujan. Kalau hujan ya kita bagian dalamnya, kalau tidak tetap lanjutkan,” jelas Sofyan. (Edi Fiat).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *