Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Pahri Yamsul Membangun Fasilitas Berbasis Wisata

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan daerah yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) baik itu kekayaan alam yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui. Potensi tersebut sangat menguntungkan jika dikelolah dengan maksimal oleh Pemerintah Provinsi Sultra. Selain Dinas Pariwisata sebagai leading sektor kepariwisataan, keterlibatan semua pihak di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan dan promosi disektor pariwisata di bumi anoa. Hal tersebut, sangat disadari oleh Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. H. Pahri Yamsul, M.Si. Konsep pembangunan yang dilakukanya pun tidak terlepas dari pengembangan pariwisata. Di Tahun ketiga kepemimpinan Gubernur Sultra, H Ali Mazi dan Wakilnya Lukman Abunawas (AMAN) sejumlah fasilitaspun telah terbangun, mulai dari gedung Perpustakaan, Rumah Sakit (RS) Jantung dan Pembuluh Darah setinggi 17 lantai dan saat ini sedang dalam proses pengerjaan dengan anggaran pada tahap pertama Sebesar Rp94 Miliar (M) lebih, dan dilanjutkan pembangunannya dengan total anggaran sebesar Rp316 Miliar, dengan kontrak pekerjaan selama 18 (delapan belas) bulan.

Keseriusan pasangan AMAN dalam menahkodai Sultra yang kini berjalan 3 (tiga) tahun pada tanggal 06 September 2021 serta dibarengi tangan dingin Kadis Cipta Karya dan Bina Konstruksi Sultra, Pahri Yamsul, menghasilkan pembangunan fasilitas yang bakal menjadi ikon Sultra. Selain memudahkan pelayanan publik, pembangunan tersebut, juga mendorong pengembangan di sektor pariwisata karena fasilitas tersebut nantinya dapat menarik minat orang banyak untuk berkunjung ke Sultra.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan fasilitas seperti Gedung Perpustakaan dan RS Jantung dan Pembuluh Darah, selain dimaksudkan sebagai pelayanan publik, juga dapat menumbuhkan gairah pariwisata di Sultra. Lihat saja di sekitar RS Jantung dan Pembuluh Darah nanti, akan dibangun hotel nantinya. Ini merupakan respon positif keberadaan RS Jantung dan Pembuluh Darah,” jelas Pahri Yamsul.

Pembangunan fasilitas untuk mengenjot sektor pariwisata tidak berhenti disitu saja, fasilitas lainnya juga ikut di bangun dengan merehabilitasi Stadion Lakidende, rehabilitasi Gedung Olah Raga (GOR) Apriyani Rahayu di seputaran jalan Saosao, rehabilitasi Kolam Renang Koni, Road Race Nanga-nanga dalam rangka kawasan wisata olahraga sebagai dukungan, pembangunan wisata Religi (Masjid Al-Alam, Masjid Al-Kautsar dan MTQ) Lapangan Golf Sanggoleo dan GOR untuk Porprov Buton. Dengan keberadaan fasilitas tersebut tentu menarik wisatawan untuk datang di Provinsi Sultra, sehingga dapat menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, selama ini para wisatawan jika ke Sultra, langsung ke Kabupaten Wakatobi, tanpa singgah di Kabupaten lain. Padahal, Sulawesi Tenggara memiliki potensi yang juga tak kalah indah untuk dimanfaatkan. Seperti Toronipa, Labengki dan Towea. Potensi Sultra bakal dibanjiri orang dari luar daerah dan menjadi daerah kunjungan wisatawan lokal juga terbuka lebar, jika jalur transportasi darat Sulawesi akan tersambung. Alhasil, Sultra membutuhkan pembangunan fasilitas selain memudahkan pelayanan untuk masyarakat Sultra, juga menjadi daya tarik bagi orang dari luar negeri atau daerah untuk berkunjung dan betah di Sultra.

Digenjotnya kawasan wisata tersebut, menjadi alternatif bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah lainnya di Sultra, tidak hanya di Wakatobi. Wisatawan nantinya memiliki banyak pilihan untuk dikunjungi. Nah, pembangunan fasilitas Kesehatan, Pendidikan, Religi yang dibangun oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra menjadi salah satu daya tarik mereka saat berada di Sultra untuk dikunjungi.

“Kita punya ikon daerah, seperti masjid Al Alam contohnya yang akan kami perindah nantinya, sekarang, orang ke Kota Kendari kalau tidak berfoto disana, seperti belum ke Kendari. Selain itu, ada gedung Perpustakaan, gedung RS Jantung dan Pembuluh Darah, fasilitas olah raga seperti Stadion Lakidende, Lapangan Golf dan Kolam Renang, dapat dikunjungi dan menjadi fasilitas yang dapat mereka manfaatkan. Begitu juga dengan RS yang kita miliki, kan banyak pekerja tambang yang berasal dari luar negeri. Untuk perawatan kesehatan mereka, tidak perlu lagi ke luar daerah, mereka bisa ke RS itu sehingga perputaran uang di daerah bagus. Mereka jika ke Kendari kan bawa uang yang nantinya akan berputar di daerah untuk masyarakat,” ungkapnya lagi.


Olehnya itu, pembangunan dan rehabilitasi yang dilakukan Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara, tidak terlepas dari pembangunan yang juga memiliki konsep pariwisata. Tidak hanya keindahan laut dan pemandangan alam yang ditawarkan, namun fasilitas pendukung juga sangat penting sehingga dengan membangun fasilitas tersebut, pelancong baik itu lokal maupun luar negeri, dapat menikmati wisata pendidikan, olah raga dan kesehatan jika berkunjung ke Provinsi Sulawesi Tenggara nantinya. ADV (Edi Fiat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *