Dinas Kelautan dan Perikanan Diminta Telusuri Pengrusakan di TPI Kendari

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengecam keras atas tindakan pengrusakan fasilitas negara yang terjadi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Kendari pasar (higienis) Kelurahan Sodooha, Kecamatan Kendari Barat.

Ketua Umum LPM Sultra, Ados mengatakan, dugaan Pengrusakan fasilitas umum atau aset negara yang dibangun dengan uang negara itu tidak dibenarkan. Jadi kami secara kelembagaan meminta kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari bersama kepala UPTD TPI Kendari untuk menelusuri, siapa yang melakukan tindakan tidak terpuji itu (pengrusakan dinding tembok pasar higienis).

Bacaan Lainnya

“Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari bersama UPTD nya harus menelusuri atas tindakan Pengrusakan fasilitas negara tersebut. Siapa pelaku pengrusakan fasilitas negara tersebut. Tidak bisa terus membiarkan hal ini berlarut-larut, karena tidak menutup kemungkinan akan ada kejadian yang sama terjadi,” ungkap Ados kepada media ini, Jumat 17 September 2021.

“Kami juga berharap kepada Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari untuk menempati janjinya bahwa akan melaporkan oknum yang diduga melakukan perusakan fasilitas negara tersebut. Pak Kadis ini sudah berjanji kepada media, bahwa pihaknya akan melakukan tindakan proses hukum. Agar pelaku ada efek jeranya. Kami tunggu itu. Dan memang tindakan itu harus di proses hukum,” lanjut Ados JR.

Lebih lanjut Ados mengungkapkan, kami juga meminta kepada pihak penegakan hukum untuk ikut terlibat dalam menelusuri siapa dalang dari pengrusakan dinding tembok pasar higienis tersebut.

“Semestinya Kita harus menjaganya bukan untukmu merusaknya,” kesalnya.

Sebelumnya diberitakan, 20 Agustus 2021, Fasilitas TPI Kendari Dirusak OTK, Imran Ismail : Kita Akan Polisikan Supaya Ada Efek Jera

Fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kendari dirusak orang tak dikenal (OTK). Pengrusakan diketahui terjadi pada dinding tembok pasar higienis. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari Imran Ismail akan melaporkan dugaan tindakan pengrusakan fasilitas TPI Kendari (tembok pasar higienis) tersebut. Supaya ada efek jera.

“Jadi, terkait pengrusakan tembok pasar higienis yang dirusak oleh OTK tersebut, kita akan melaporkan kepada pihak kepolisan supaya ada efek jera. Dan berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Sebab yang dirusak tersebut adalah aset Negara yang mestinya kita jaga bersama,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari Imran Ismail, Rabu 18 Agustus 2021.

“Sangat disayangkan kelakuan OTK tersebut. Olehnya itu saya berharap kepada seluruh pedagang ataupun nelayan agar kita jaga, dan rawat bersama sebagaimana kita merawat barang kita sendiri. Jika Pedagang ada yang diperbaiki di areal lelang kiranya melaporkan kepada UPTD TPI Kendari,” lanjutnya.

Ditempat terpisah Ketua Asosiasi Pedagang dan Nelayan (APN) TPI Kendari, H. Tajuddin mengatakan, secara kelembagaan sangat menyayangkan atas insiden tersebut (Pengrusakan), kok aset Pemerintah dirusak. Lelang kita ini mestinya kita jaga bersama.

“Ini memang perbuatan yang tidak terpuji dan suatu kejahatan, serta melawan hukum. Setiap perbuatan melawan hukum pelakunya harus mempertanggungjawabkannya, dan tentunya perbuatan ini harus diusut tuntas, supaya ada efek jera kepada pelaku,” terang H. Taju.

“Semoga perbuatan pengrusakan di TPI Kendari ini merupakan yang pertama dan yang terakhir kalinya. Dan saya selaku Ketua Asosiasi Pedagang dan Nelayan Kota Kendari mengimbau kepada seluruh pedagang dan nelayan mari bersama-sama menjaga ketertiban dan keindahan TPI Kendari ini. Hindari yang namanya perbuatan melawan hukum,” sambungnya. (HS-EFI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *