KNPI Sebut Kapolda dan Gubernur Tidak Memberi Rasa Aman ke Warga, Polda Sultra : Personil Masih Siaga

  • Whatsapp

Ketua Umum KNPI Sultra, Hendrawan

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengkritik Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang disinyalir tidak memberi rasa aman dan ketertiban kepada warga masyarakat Sultra terkhusus di Kota Kendari, yang sebelumnya telah terjadi pertikaian antar pemuda yang berlangsung cukup lama yang diperkirakan sejak siang hari, hingga malam hari (red), sehingga menimbulkan suasana Kota Kendari terkesan horor. Apalagi kejadian tersebut terjadi pada saat Kapolri berkunjung di Sultra (Kota Kendari). Artinya ini sangat parah. Kapolri datang pun, Kapolda tidak mampu mengamankan wilayah tugasnya. Kritikan tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Umum KNPI Sultra, Hendrawan, Jumat 17 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

Diungkapkan Hendrawan, sebenarnya konflik seperti ini sudah terjadi sejak lama. Masa Kapolda Sultra tidak mengatasi terlebih dahulu?. Kapolri pun datang di Sultra tidak mampu mengamankan wilayah tugasnya.

“Kita inikan punya instrumen Negara yang namanya BIN, Intelkam, di TNI juga ada itu, ada Binda dan Bais. Harusnya mereka bisa mengantisipasi kejadian-kejadian tersebut,” ujarnya.

Kemudian kita tau bersama lanjut Hendrawan, sampai hari ini juga kita belum melihat tindakan yang dilakukan oleh Gubernur Sultra. Gubernur juga seakan tidak peduli dengan kejadian seperti sekarang ini. Sebab tidak cukup hanya untuk Wali Kota Kendari yang bergerak. Sebab massa aksi itu bukan hanya masyarakat Kota Kendari banyak yang datang dari luar daerah. Olehnya itu Gubernur segera bertindak.

“Artinya, ketika Gubernur mengambil langkah kan, pihaknya bisa memanggil para Bupati yang kira-kira warganya ikut terlibat dalam kejadian tersebut. Supaya nantinya para Bupati untuk mengarahkan peringatan himbauan kepada warganya agar tidak terlibat dalam aksi-aksi seperti kejadian kemarin,” jelasnya.

“Ini kita kritik juga. Kalau hanya Wali Kota mungkin bisa menggerakkan instrumen di Kota ini. Tapi kita ketahui pula bahwa Pak Wali Kota ini tidak punya kuasa untuk mengambil tindakan, ketika itu ada massa aksi datang dari luar kota Kendari. Nah disini kita butuhkan Gubernur untuk bisa mengkoordinasikan masing-masing Kepala Daerah supaya ada langkah-langkah persuasif untuk menahan warganya untuk kemudian menjadikan kota Kendari sebagai sebagai situasi seperti sekarang ini,” jelas Hendrawan menambahkan.

Lebih lanjut Hendrawan mengungkapkan, sebagai ketua KNPI Sultra yang lahir di Kota Kendari seperti kita ketahui, kerukunan dan keberagaman etnis di Kota Kendari ini sudah terjalin lama sejak ratusan tahun lalu.

“Sesungguhnya Kita ini semua bersaudara. Tali persatuan dari kerajaan dulu sampai sekarang ini kita harapkan jangan dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” harap Hendrawan.

Lebih jauh Hendrawan menjelaskan, dengan kejadian seperti ini, saya menganggap Kapolda Sultra tidak bekerja. Karena tadi, Negara punya instrumen untuk mengetahui terjadinya konflik-konflik seperti ini.

“Kapolda tidak bekerja, sehingga lolos aksi-aksi yang berujung aksi seperti aksi yang tidak kita inginkan seperti ini,” kesalnya.

Di kesempatannya, Hendrawan menghimbau kepada KNPI-KNPI yang ada di Kabupaten untuk melakukan langkah-langkah kongkrit guna menyadarkan atau memberikan edukasi positif kepada Pemuda-pemuda kita tentang nilai-nilai Pancasila Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar negara kita. Supaya jangan adalagi Pemuda-pemuda kita yang terjerumus isu-isu primurdial. Dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Coba kita liat imbas kejadian ini, pasar tutup, angkot tidak jalan, tukang becak tidak operasi, pelabuhan tidak operasi, ada mobil yang dirusak, motor dan fasilitas umum lainnya,” paparnya.

“Bayangkan ribuan masyarakat kecil yang tidak beraktivitas. Sementara penghasilannya itu hari, akan habis itu hari pula. Kasian warga Kota Kendari yang tidak tau apa-apa, belum lagi Kita melihat banyaknya pengrusakan lapak-lapak. Nah ini tentunya saya minta kepada Pemkot Kendari untuk segera memberikan bantuan. Saya kira itu wajib,” sambungnya.

Ditempat terpisah, Kepolisian Daerah (Polda) Sultra melalui Kasubid Pemnas, Kompol Roni Syahendra mengatakan, atas perintah Kapolda Sultra personil sampai saat ini masih siaga di lapangan, biar masyarakat tetap aman beraktivitas. Makanya anggota kita sekarang masih berjaga-jaga di jalan. Ada yang di Kendari beach, Ranomeeto, Perbatasan Kendari Konawe (Puuwatu), bahkan personil kita menginap di lapangan.

“Tentunya ini kita berikan rasa aman kepada masyarakat. Masyarakat aman, bumi anoa Sultra tentunya juga aman,” terang Kompol Roni Syahendra saat dihubungi via telepon oleh Sentralsultra.id

“Masyarakat tidak usah takut, tidak usah panik, tetap beraktivitas seperti biasa. Mari sama-sama menjaga daerah kita ini. Kalau situasi daerah kita aman, kan masyarakat sendiri juga yang menikmati beraktivitas,” lanjutnya.

Lebih lanjut Kompol Roni mengungkapkan, pihaknya juga perihatin atas kejadian kemarin. Olehnya itu mari kita jaga daerah kita ini. “Kalau daerah damai, seluruh masyarakat Kendari juga yang menikmatinya,” tutupnya. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *