Kantor PT Antam Disegel Masyarakat Lingkar Tambang Konut, Ada Apa?

  • Whatsapp

Kantor PT Antam Disegel Masyarakat Pendemo. Dok: Ist.

SENTRALSULTRA.ID, KONUT, Sejumlah massa yang tergabung dalam Gabungan Lembaga Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan dan Masyarakat Lingkar Tambang atau Koalisi Masyarakat Konawe Utara (Kompak) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Aneka Tambang dan Kantor Syahbandar Kelas III Molawe, Rabu 22 Desember 2021 .

Bacaan Lainnya

Dalam Aksinya tersebut, pihaknya meminta PT Antam agar membuat Pernyataan resmi bahwasannya, aktivitas penambangan yang berada di 11 Izin Usaha Pertambangan (IUP) miliknya atas perintah siapa.

“Siapa yang memerintahkan untuk beraktivitas di IUP milik PT Antam tersebut,” tanya Iqbal, S.Kom yang juga merupakan Jenderal Lapangan (Jendlap) Aksi.

Padahal lanjut Iqbal mengatakan, PT Antam yang saat ini masih proses sidik dan lidik di Mabes Polri. Mestinya tidak ada dulu yang beraktivitas. Karena masih status sengketa. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, siapa sih yang beraktivitas di IUP tersebut?.

“Atas perintah kerja siapa yang beraktivitas di IUP PT Aneka Tambang tersebut,” tanya Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal menjelaskan, kasus 11 IUP PT Antam belum memiliki kekuatan hukum tetap untuk beraktivitas atau melakukan penambangan di wilayah tersebut. Pasalnya dalam putusan Mahkamah Agung (MA) 225 tidak dapat di jadikan dalil untuk melaksanakan kegiatan penambangan oleh perusaahan yang sedang bersengketa.

“Dengan adanya sidik dan lidik di Mabes Polri, mestinya belum bisa beraktivitas di IUP milik PT Antam, akan tetapi nyatanya sekarang masih ada aktivitas. Hal aneh yang di pertontonkan PT Antam terhadap aktivitas tambang di wilayahnya tersebut. PT Antam diduga memberikan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada perusahaan lain, yakni PT LAM dan PT Tri Mega Pasifik Indonesia,” kesal Putra Kelahiran Lasolo ini.

“PT Antam diduga memberikan SPK kepada PT LAM dan PT Tri Mega Pasifik yang konon katanya menambang di lokasi IPPKH PT Karya Murni Sejati (KMS) 27. PT Antam tidak lagi mencerminkan sebagai Perusahaan Milik Negara namun terkesan PT Antam Tbk telah membuat kecurangan penambangan di Kabupaten Konawe Utara. Bukan saja menambang tanpa Izin, akan tetapi PT. Antam Tbk juga diduga kuat berkonspirasi dengan menghilangkan alat bukti proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan tim mabes polri dengan melakukan pengangkutan dan penjualan ore nikel yang berasal dari 11 IUP milik PT Antam tersebut,” beber Iqbal menambahkan.

“Aktivitas dari PT Antam kurang lebih menjual 17-28 Tongkang. Atas aktifitas tersebut siapa yang bisa bertanggung jawab,” sambungnya.

Tempat terpisah, Agus Darmawan (Sekretaris Forkam HL Sultra) menyayangkan, dengan bungkamnya PT Aneka Tambang kami duga merupakan dalang dari Penambangan yang terjadi di 11 IUP. “Dimana kita ketahui bersama bahwa, sekarang ini masih tahap proses sidik dan lidik oleh Mabes Polri. Tentunya belum bisa beraktivitas sampai keputusan itu jelas,” tegas Agus Darmawan kepada media ini.

Agus menegaskan, aksi ini akan terus berlanjut sampai benar-benar Kami menemukan jawaban yang dapat di pertanggung jawabkan dari PT Antam dan Syahbandar Molawe.

Di samping itu Agus mengatakan, pihaknya akan terus melaksanakan aksi Unrasnya di Polres Konawe Utara dan DPRD Konawe Utara untuk mendesak APH dan DPRD agar mengusut tuntas aktivitas penambangan di Blok Mandiodo.

“Kami akan terus melaksanakan aksi agar kasus ini sampai terang benderang. Dan tentunya berharap berharap APH menangkap dan mengadili Oknum yang tengah kami sinyalir berkonspirasi menghilangkan alat bukti Penyidikan dan Penyelidikan oleh Mabes Polri. Negara dan daerah ini di rugikan miliaran Rupiah tentunya hal ini jangan dibiarkan,” tutup Iqbal mengakhiri orasinya. (TIM).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *