Diduga Lintasi Jalan Nasional Tanpa Izin, BPJN Sultra Diminta Tinjau Aktivitas PT WIN

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Adanya dugaan pihak perusahaan tambang PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) belum mengantongi izin lintas jalan di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang berlokasi di jalan poros Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menuai sorotan berbagai pihak.

Tak terkecuali, Ketua Asosiasi Pemuda Peduli Investasi Pertambangan (AMPIP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Afdal, pihaknya meminta agar dokumen pinjam pakai jalan atau ijin lintas jalan sebaiknya diperlihatkan ke publik. Selain itu juga kami meminta BPJN wilayah Sultra agar meninjau kembali aktivitas PT WIN. Sebab, menurut Afdal, dengan langkah itu, Polemik yang saat ini berkembang di masyarakat yang nantinya akan berdampak pada perusahaan dapat di minimalisir secara mungkin.

Bacaan Lainnya

“Penggunaan jalan umum oleh perusahaan boleh saja di lakukan, namun ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin agar dalam pelaksanaannya tidak ilegal, dan setelah mendapatkan izin yang kami maksud, pihak PT WIN kami harapkan agar memperlihatkan ke Publik supaya tidak menimbulkan kegaduhan,” Kata Afdal, Selasa (24/05)

Pasalnya, jalan yang saat ini di gunakan untuk perlintasan roda empat perusahaan, merupakan jalan yang berstatus nasional yang di biaya oleh negara dan untuk diperuntukkan oleh masyarakat umum, bukan kepentingan suatu kelompok atau pebisnis.

“Jalan itukan, jalan penghubung antar satu kabupaten dan kabupaten lainnya, yang di biaya melalui anggaran APBN untuk kepentingan umum, sesuai dengan Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan, pada pasal 1 angka 5 telah disebutkan bahwa, jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum,” tegasnya

Jika ijin Pengunaan jalan itu sudah dimiliki PT WIN, Lanjut Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika KNPI Konsel itu, maka pihak balai jalan untuk segera turun meninjau dan mengevaluasi kembali .

“Kami meminta agar pihak balai jalan untuk segera turun ke lokasi tersebut, meninjau dan mengevaluasi kembali jalan yang saat ini di gunakan PT WIN, sebab kondisi nya mulai rusak,” jelas Afdal

Iya sangat menyesalkan, besarnya biaya awal pembangunan jalan yang digelontorkan oleh negara, namun tidak dipelihara dan diperhatikan.

Olehnya itu, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pihak perusahaan untuk melakukan pemeliharaan atau perbaikan. Sebab rusaknya jalan tersebut diakibatkan oleh aktivitas lalu lintas mobil pengangkut ore nickel.

“Jika tidak ada upaya pemeliharaan yang dilakukan, kami khawatir akan menimbulkan korban laka lantas, melihat jalan itu seringkali dilalui pengguna jalan yang akan menuju ke Raha dan Bombana,” paparnya.

Sehingga. Iya juga berharap hal tersebut juga, menjadi perhatian serius oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Konawe Selatan agar melakukan upaya pencegahan dini.

“Apakah kita harus menunggu korban berjatuhan akibat jalan tersebut, sehingga kita berharap agar pihak kepolisian segera melakukan upaya preventif dalam mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya.

Hingga berita ini tayang, wartawan media kesulitan untuk mengkonfirmasi kepada pihak perusahaan. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.