Dituding Cemari Air Bersih di Desa Lamondowo, Basman : DLH Bersama Polres Konut Tidak Menemukan Pencemaran

Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Konawe Utara (Konut), Dok: Ist.

SENTRALSULTRA.ID, KONUT – Di kabarkan dari berbagai media dan beberapa organisasi bahwasannya KSO-BASMAN melakukan pencemaran lingkungan yang berdampak pada air bersih di Desa Lamondowo, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Sorotan tersebut kerap terjadi dialamatkan kepada KSO-BASMAN dan PT Bumi Nikel Nusantara (BNN). Berjalannya waktu, tim dari Kepolisian Resort Konawe Utara atau Polres Konut bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe Utara (Konut), telah melakukan pemeriksaan terhadap ke dua perusahaan (KSO-BASMAN – PT BNN). Berdasarkan hasil penelusuran tim tersebut, dinyatakan kedua perusahaan tersebut dinyatakan tidak terbukti melakukan pencemaran lingkungan. Hal tersebut diungkapkan KSO-BASMAN, Basman, Rabu 25 Mei 2022.

Bacaan Lainnya

“Sesuai surat nomor: 660/150/IV/2022 penyampaian laporan hasil verifikasi permintaan bantuan pemeriksaan dampak lingkungan dan kerusakan hutan oleh Polres Konawe Utara kepada KSO-BASMAN dan PT. BNN, pada 18 April tahun 2022, kita ketahui bersama bahwa tidak ada pencemaran lingkungan,” ungkap Basman kepada awak media

“Pemeriksaan dampak lingkungan oleh Polres Konawe Utara kepada KSO-BASMAN dan PT BNN terkait pencemaran lingkungan (Sumber Air Bersih), yang telah dilaksanakan oleh tim verifikasi pemeriksaan sebagai bahan penyelesaian laporan masyarakat (laporan hasil uji laboratorium,” isi surat penyampaian laporan hasil verifikasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe Utara,” lanjutnya.

Sebagai bahan baku untuk di uji lanjut Basman, DLH Konut mengambil dua sampel untuk di lakukan pemeriksaan, yakni Tabulasi hasil uji sampel air bersih (air permukaan) menggunakan baku mutu sesuai PP 22/2021, dan menggunakan baku mutu sesuai permenkes 32/2017 pada sumber air bersih Desa Lamondowo.

”Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel air bersih yang diambil dari DLH Konut, terbukti kadarnya masih jauh dibawah ambang batas dari baku mutu yang dipersyaratkan. Jadi, KSO-BASMAN tidak terbukti mencemari air bersih Desa Lamondowo seperti yang dituduhkan,” tegas Basman dihadapan media ini.

Lebih lanjut Basman mengatakan, sampel air bersih sungai Desa Lamondowo yang diambil DLH bersama Polres Konut telah diuji di laboratorium. Hasilnya, untuk kadar Biologycal Oxygen Demand (BOD) titik satu 0.41, titik dua 0.52, dan titik ketiga 1.86. Ambang batas normalnya 60.

Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) 10, padahal ambang batas maksimal yang diperkenankan 160. Sedangkan menurut permenkes nomor 32/2017 sampel yang di uji laboratorium tidak ada perubahan rasa, dan tidak ada perubahan bau.

”Jadi, berdasarkan uji lab tersebut, tidak benar jika KSO-BASMAN telah melakukan pencemaran lingkungan,” jelas Basman.

Beberapa waktu lalu, di informasikan bahwa bak air bersih Desa Lamondowo, untuk warga dusun 2 membutuhkan perbaikan, maka, KSO-BASMAN melalui humasnya akan menyerahkan uang perbaikan bak air bersih sebanyak Rp. 200.000.000 (dua ratus juta Rupiah), namun di tolak oleh warga setempat.

“Awalnya Saya sudah Lakukan Pendekatan secara persuasif (Secara Kekeluargaan) sembari menunggu hasil Lab dari DLH, Namun mereka menolak,” tutupnya. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.