Salah Paham Saat Karaokean, Warga Kendari Ini Tewas Ditikam Rekannya, Begini Kronologisnya

Ketgam: Korban HKL meninggal di Rumah Sakit (RS), Dr. R. Ismoyo Kendari, Minggu 29 Mei 2022. Dok: Ist.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Kepolisian Resort Polresta Kendari berhasil mengamankan seorang remaja pria bernama La Ode Subhan alias Obut (33), warga Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna. La Ode Subhan diamankan Polresta Kendari diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap HKL inisial (39) yang mengakibatkan Meninggal Dunia (MD).

Bacaan Lainnya

Diketahui alamat korban HKL berdomisili di lorong RCTI Jl. Mekar Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari atau Jl. Kontukowuna Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna. Adapun saksi-saksi adalah, BSY (34), WS (37).

Ketgam: Pelaku Penikaman La Ode Subhan (tengah) saat diamankan Satuan Reskrim Polresta Kendari. Dok: Ist.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitriyadi, SH., MH mengatakan, sebelumnya Sat Reskrim menerima informasi sekitar pukul 06:00 Wita, bahwasannya ada informasi penganiayaan terhadap seorang wanita bernama HKL yang mengakibatkan meninggal dunia di lorong RCTI, yang diduga dilakukan oleh La Ode Subhan yang merupakan rekannya sendiri. Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya langsung memerintahkan piket Satreskrim dan Buser 77 Satreskrim untuk segera melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap Pelaku.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah di interogasi, Tersangka berhasil diamankan di tempat persembunyiannya di salah satu rumah di BTN Puuwatu Indah Permai di Jl. Pulau Lombok Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu Kota Kendari sekitar pukul 09:15 Wita,” ungkap AKP Fitriyadi, Minggu 29 Mei 2022.

Lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Konsel ini mengungkapkan kronologis kejadiannya, Pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2022 sekitar pukul 23.00 Wita, BSY, WS, dan Subhan hingga pukul 04.00 Wita duduk-duduk di depan Kostnya sambil bermalam minggu. Tiba-tiba korban HKL menelpon BSY untuk bergabung, tetapi di tolak namun tiba-tiba Subhan atau tersangka ini merebut Ponsel BSY dan mengatakan agar bergabung. Beberapa saat kemudian, Korban tiba dan langsung membuka Ponsel dan Karaokean menggunakan aplikasi Youtube di Ponselnya sendiri.

“Tersangka melarang Korban menyanyi karena sudah subuh namun tidak di indahkan. Kemudian tersangka Subhan ini mengatakan kepada Korban “tidak lama saya tikam kamu” lalu Korban menjawab “tikammi kalau kamu berani”. Kemudian tersangka berlari masuk dapur dan kembali dengan membawa pisau dapur dan langsung menusuk HKL pada bagian pinggang sebelah kiri, setelah itu tersangka langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor,” beber AKP Fitriyadi.

“Setelah tersangka melarikan diri, Korban berlari dengan Pisau masih menancap di pinggangnya kemudian Korban mencabut pisau dan kemudian di tolong oleh warga (FMN), untuk dilarikan ke Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo Kendari, namun sebelum tiba di Rumah Sakit, Korban telah meninggal dunia,” lanjut Fitriyadi.

Adapun Motif dari kejadian tersebut kata Fitriyadi hanya kesalahpahaman.

“Atas perbuatannya tersangka Subhan yang berakibat matinya siteraniaya diancaman 7 tujuh) tahun kurungan,” jelas Kasat Reskrim Polresta Kendari. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.