Kasasi Jaksa Terkait Kasus Hado Hasina Sudah Dikirim di MA, PN Kendari : Hasilnya Akan Segera Turun

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Dimana sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan dua orang tersangka pada kasus korupsi studi rekayasa lalu lintas (Lalin) di Kabupaten Wakatobi tahun anggaran 2017-2018. Dua tersangka tersebut adalah Hado Hasina dan La Ode Nur Rahmad Arsyad. Hado Hasina dan La Ode Nur Rahmad ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sultra pada tanggal 29 Maret 202. Kedua tersangka ditahan di rumah tahan negara (Rutan) kelas IIA Kendari, yakni pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2021.

Berjalannya waktu, kasus yang melibatkan Hado Hasina dan Nur Rahmad Arsyad tersebut disidangkan, berdasarkan hasil sidang atau putusan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), Hado Hasina divonis bebas. Sedangkan La Ode Nur Rahmad Arsyad divonis satu tahun lima bulan penjara.

Bacaan Lainnya

Di kutip dari pemberitaan sebelumnya, 3 Januari 2022, Kejati Sultra menanggapi putusan dari Tipikor bahwa, Putusan Tipikor tersebut belum ingkrah, Kejati Sultra masih melakukan upaya hukum yakni dengan melakukan upaya kasasi.

“Kita memastikan masih ada upaya hukum yang akan kita lakukan yakni, upaya kasasi. Bagaimana tidak, Hado Hasina divonis bebas oleh hakim, dan satu rekannya La Ode Rurrahmad Arsyad dijatuhi vonis 1 (satu) tahun 5 (lima) bulan penjara. Dan kita ketahui bahwa, mereka berdua ini telah melakukan tindak kejahatan. Maka dari itu saya mencatat mungkin 1000 (seribu) persen akan terbukti,” ungkap Kajati Sultra saat menggelar konferensi pers akhir tahun di aula Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, 31 Desember 2021 (dikutip pemberitaan 3 Januari 2022).

Dikesempatan yang sama, Pengadilan Negeri (PN) Kendari melalui Humas, Frans WS Pangemanan, S.H., MH, membenarkan permohonan Kasasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara Sultra.

“Memang Kejaksaan Tinggi melakukan permohonan Kasasi. Dia (jaksa) mengajukan permohonan itu tertanggal 30 Desember tahun 2021. Nah, kemudian Jaksa tentunya kewajibannya membuat memori kasasi, dan memori kasasi itu kita terima pada tanggal 12 Januari 2022,” ungkap Frans kepada media Sentralsultra.id.

Lanjut Frans mengatakan, setelah jaksa mengajukan memori kasasi dari pemohon, tentunya memori ini kita beritahu kepada termohon kasasi kepada terdakwa. Jadi lanjut Frans, penyerahan memori tentunya terdakwa mempunyai hak untuk mengajukan pembuka memori yakni kontra memori kasasi. Dan diajukan itu pada tanggal 24 Februari 2022. Setelah semua berkas lengkap, tanggal 28 Maret 2022 kami kirim berkasnya di Mahkamah Agung (MA).

“Jadi sekarang berkasnya sudah lagi dalam proses. Mungkin sudah sampai di MA, tapi proses registrasinya masih sementara. Intinya kita juga masih menunggu informasi dari MA. Soal bagaimana hasilnya, kita tunggu dari MA,” jelasnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin 20 Juni 2022.

Ditanyakan, kapan pastinya akan turun memori kasasi tersebut, Pihaknya mengatakan, tidak akan lama lagi kasasi itu akan turun.

“Saya tidak bisa memastikan, tapi saya pikir tidak lama lagi prosesnya. Kasasi itu akan turun, hanya saja mungkin di MA banyak perkara yang masuk. Yang pasti, mungkin dalam waktu dekat ini dia sudah turun biar bisa kita tau nomor berapa perkara kasasi tersebut,” terang mantan hakim di PN Kota Bitung ini.

Frans menambahkan, Perkara yang masuk di PN Kendari itu tetap ditindaklanjuti. Tidak ada yang namanya kasus yang masuk di PN tidak ditindaklanjuti. Semua pasti berjalan sesuai prosedur atau aturan yang berlaku.

“Perkara yang sudah masuk di Pengadilan, tidak ada istilah yang namanya perkara dikesampingkan. Semua bergulir sesuai dengan peraturan yang sesuai,” jelasnya.

“Tidak ada istilah perkara yang sudah masuk Pengadilan dikesampingkan atau disembunyikan. Tidak ada istilah begitu kita. Kasus yang masuk di Pengadilan semua termonitor dan transparan. Dan tentunya juga bisa dilihat didalam SPP secara online dan itu bisa dibuka seluruh Indonesia,” terangnya menambahkan.

Lebih lanjut hakim yang lebih dikenal dengan mediator ini menjelaskan, Perkara Kasasi terdakwa Hado Hasina tersebut masih berproses tinggal kita tunggu saja hasilnya.

“Kalau ada istilah bahwa kasus tersebut di “peti eskan” itu tidak benar. Tidak kenal kita hal seperti itu, perkara yang masuk semua berjalan. Tidak ada perkara yang tiba-tiba hilang. Jadi kita tunggu saja keputusan dari Mahkamah Agung,” tutup mantan wartawan asal Manado. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.