Polresta Kendari Tangkap Sindikat Spesialis Pencuri Motor Trail

Ketgam: Enam pria berhasil diamankan Polresta Kendari. Dok: Edi Fiat.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Kamis 23 Juni 2022, Kepolisian Resor Kota (Polresta), Kendari mengamankan 6 (enam) pria terduga pelaku spesialis Pencuri Motor Trail di Kota Kendari.

Bacaan Lainnya

Ke enam pria diketahui berinisial U, R, M, I, S, dan T. Ke enam Pelaku tersebut berdomisili di Kota Kendari.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Muh Eka Faturahman mengatakan, hari ini kita melakukan konferensi pers terkait kasus pencurian motor (Curanmor), yang terjadi di wilayah hukum kota Kendari. Ada enam pelaku yang kami tangkap yakni, U, R, M, I, S, dan T. Keenam pria tersebut diamankan dengan peran masing-masing berbeda.

Ketgam: Barang Bukti motor trail yang berhasil diamankan Satuan Reserse Polresta Kendari. Dok: Edi Fiat

“U ini selaku pemetik, R nya selaku pengawas lapangan, kemudian M selaku penadah dan kaki tangannya saudara I, S, dan T. Ke enam pria tersebut, ini merupakan spesialis pencuri kendaraan motor trail yang ada di Kota Kendari. Jadi, para pelaku ini tempat beraksinya di seputaran wilayah hukum Polresta Kendari,” terang Kapolresta.

“Kami masi mengembangkan kasus ini untuk mencari tersangka lain dan barang bukti lain, dan kemungkinan masi ada barang bukti lain yang di sembunyikan para pelaku ini,” jelasnya menambakan.

Lebih lanjut mantan Direktur Narkoba Polda Sultra ini mengatakan, adapun modus pelaku ini, dengan cara merusak kunci stand dengan alat yang di sebut leter T yakni dengan cara merusak rumah-rumah kunci stand motor tersebut.

Masih kata Kombes Pol Eka menjelaskan, dari pengakuan pelaku, pihaknya menyasar motor trail ini banyak pesanan yang lagi ngetrend di anak-anak muda.

Dikesempatan tersebut, Kapolresta Kendari mengimbau kepada masyarakat, jangan membeli kendaraan bermotor hasil dari kejahatan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat terkhusus di Kota Kendari, agar tidak membeli hasil dari pencurian ataupun hasil kejahatan lainnya. Sebab, jika dilakukan itu akan disebut hasil kejahatan, dan itu bisa dikenakan sangsi juga,” imbaunya.

Untuk diketahui kata Kapolresta, adapun harga jual motor hasil kejahatan tersebut bervariasi, tergantung dari jenis motor dan merek motornya.

“Berdasarkan hasil pengakuan pelaku, harga jual motor trail tersebut diatas rata-rata Rp10 juta,” jelasnya.

“Kemudian berkaitan dengan ancaman para pelaku ini kita gunakan pasal 362 dan 480 terkait pencurian dan penanda atau orang yang menerima atau membeli barang hasil kejahatan dengan ancaman pelaku pencurian diatas 9 tahun. Sedangkan penadahnya ditambah 2/3 diatas hukuman pokok pelaku pencurian,” sambungnya. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.