Kunker di Sultra, PT SMI dan Bank Dunia Tinjau Pembangunan RS Jantung, Hasilnya Sempurna

Foto: Redaksi 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker), Rombongan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), bersama rombongan Bank Dunia di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), meninjau pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Provinsi Sultra (RS Jantung dan Pembuluh Darah), Rabu 29 Juni 2022.

Bacaan Lainnya

Kunjungan PT SMI dan Bank Dunia tersebut didampingi langsung oleh Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara, Pahri Yamsul yang menjadi pelaksana teknis bangunan, pihak RSUD Sultra, Kepala Dinas Bina Marga Burhanuddin, dan Sejumlah OPD Sultra.

Ketgam: Situasi rombongan PT SMI dan Bank Dunia serta OPD Sultra saat berada pada pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah. Dok: Edi Fiat.

Kepala Divisi Pembiayaan Publik PT SMI, Erdian Dharma Putra saat dimintai keterangan oleh awak media mengatakan, berdasarkan peninjauan kami, Pembangunan RS Jantung dan Pembuluh Darah Sultra ini hasilnya kita melihat sampai hari ini progresnya masih positif.

“Kita harapkan ini akan menjadi referensi provinsi lain. Artinya pembangunannya sudah sesuai dengan time line yang sudah disepakati. Dan tentunya berikutnya kita berharap finishing atau pekerjaan-pekerjaan lain selain fisik tentunya nanti ada alat kesehatan ini bisa sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan,” harap Erdian.

Ketgam: Rombongan PT SMI, Bank Dunia dan sejumlah OPD Sultra saat peninjauan pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah. Dok: Edi Fiat.

“Mudah-mudahan fungsi rumah sakit ini bisa dinikmati atau dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sultra,” terang Erdian menambahkan.

Kata Erdian kepada awak media, bahwa pihaknya melihat pembangunan RSUD Sultra ini sempurna. Dan pihaknya berharap dengan progres yang dilakukan sampai hari ini tentunya bisa selesai tepat waktu.

Dikesempatan itu, Erdian menambahkan, ada beberapa masukan khususnya mungkin nanti secara detail akan kita koordinasikan dengan Pemprov Sultra secara over all, catatannya lanjut Erdian adalah, bahwa proses pembangunan rumah sakit ini tentunya nanti juga diikuti dengan bagaimana menjaga tata kelola lingkungan, khususnya limbah rumah sakit. Pasalnya cukup berdampak kalau tidak dikelolah dengan baik.

Ketgam: Satu-satu ruangan pembangunan RS Jantung dan Pembuluh Darah Provinsi Sulawesi Tenggara ditinjau pihak PT SMI dan Bank Dunia. Dok: Edi Fiat.

Masih kata mantan Jurnalis ini menjelaskan, makanya kita juga ingin memastikan bahwa, pengelolaan lingkungan ini bisa diperhatikan dengan baik oleh Pemprov Sultra. Selain itu juga, karena ini akan fungsinya juga sebagai rumah sakit Pendidikan. Olehnya itu, kita berharap kesiapan atau kebutuhan dari dokter spesialis jantung sudah bisa dipenuhi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara Pahri Yamsul mengatakan, kedatangan pihak SMI dan Bank Dunia ke lokasi bertujuan untuk mengetahui perkembangan pembangunan RS Jantung dan Pembuluh Darah.

“RS Jantung dan pembuluh darah ditargetkan rampung pada Oktober 2022 mendatang. Karena memang sampai hari ini pekerjaan tersebut masih sesuai dengan target kita. Masih sesuai dengan rencana kita secara teknis kita sudah serpres pekerjaan-pekerjaan akhir,” terang Pahri Yamsul.

Ketgam: Usai melakukan peninjauan pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Provinsi Sulawesi Tenggara, Rombongan PT SMI, Bank Dunia dan sejumlah OPD Sultra berfoto dihalaman pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah. Dok: Edi Fiat.

Pahri berharap, mudah-mudahan tidak ada kendala lain, dan alhamdulillah kita liat bersama cuaca sangat mendukung, dan kita tetap konsisten di akhir september dan oktober selesai jelas Pahri.

Dijelaskan Pahri, perhari ini sisa pekerjaan mencapai 36,33 persen. Itu rata-rata hanya penggunaan alat-alat kesehatan sehingga begitu masuk barang besar tinggal di pasang karena kelistrikan sudah disediakan.

“Saya kira ini menjadi bekal kepada SMI agar alat kesehatan itu penting untuk dinas kesehatan. Olehnya itu agar segera dilelangkan,” pinta Pahri Yamsul. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.