Berkunjung Kesejumlah Proyek di Sultra, PT SMI Puji Pembangunan RS Jantung dan Jalan Kendari Toronipa

Ketgam: Direktur Pengembangan Proyek dan Pembiayaan Publik PT SMI, Faaris Pranawa saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pembangunan jalan Toronipa Kendari. Dok: Edi Fiat.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Direktur Pengembangan Proyek dan Pembiayaan Publik, PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur), Faris Pranawa, bersama rombongan berkunjung ke Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk memonitor perkembangan sejumlah proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, yang didanai melalui pinjaman PT SMI, seperti Jalan Kendari-Toronipa sepanjang 14,6 Kilo Meter (KM), dengan menggunakan aspal beton dan pembangunan Rumah Sakit (RS), Jantung dan Pembuluh Darah.

Bacaan Lainnya

Faris Pranawa, yang dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi pembangunan Jalan Kota Kendari menuju lokasi wisata Toronipa Kabupaten Konawe, Sultra, Kamis, (30/7/2022), menuturkan, SMI memberikan dukungan pembiayaan kepada Pemprov Sultra. Dukungan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pembangunan sejumlah proyek di Sultra.

Ketgam: Rombongan PT SMI yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara Burhanuddin, dan sejumlah OPD Sultra saat meninjau pembangunan jalan Toronipa Kendari. Dok: Edi Fiat.

“Tentunya, ya dari dua proyek yang sudah dibangun ini, Kami sangat senang melihat progresnya yang positif, dan harapannya tidak terlalu lama lagi bisa beroperasi , ujarnya.

Beroperasinya sarana jalan yang dibangun oleh Pemprov Sultra melalui Dinas Bina Marga, berupa jalan beton dan sarana lainnya di Sultra, diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. Fasilitas tersebut juga dapat berimplikasi positif, baik itu berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengembangan pariwisata atau pengembangan bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Kami dari BUMN, yang bernaung di Kementrian Keuangan RI, memang ditugaskan khusus untuk membiayai pembangunan infrastruktur di daerah. Pemerintah pusat melalui menteri keuangan memberikan dukungan yang kuat sehingga memungkinkan kami memberikan pembiayaan dengan jumlah yang besar dan tenor yang cukup panjang,” paparnya.

Sebagai Lembaga yang kini didorong untuk melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional setelah Pandemi Covid-19, SMI memberikan dukungan keuangan kepada 120 pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Pasalnya, banyak Pemda mengalami kesulitan melakukan pembangunan dengan keterbatasan APBD di daerah. Melalui pinjaman di PT SMI, yang didukung oleh kementerian Keuangan RI, Pemda dapat menghasilkan pembangunan mega proyek.

“Dua proyek sekaligus untuk pemprov, yang mungkin akan sulit diwujudkan jika tidak menggunakan pinjaman. Manfaatnya untuk seluruh masyarakat. Kita membangun Rumah Sakit spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, saya pikir impek buat masyarakat dan merupakan sektor yang menjadi perhatian,” jelasnya.

“Penyakit jantung merupakan masalah kesehatan yang sangat besar. Inisiatif Pemprov dengan membangun RS Jantung dan Pembuluh Darah di Sultra, sangat bagus karena langsung melayani masyarakat. Tidak hanya untuk masyarakat Sultra, tapi masyarakat di daerah timur Indonesia juga. Kami sangat mendukung proyek ini dan kami berharap manfaat terbaik bisa di peroleh provinsi Sulawesi tenggara,” harap Faaris Pranawa menambahkan.

Meskipun mencapai target dan terjadi percepatan kata Faaris, dalam pembangunan marga proyek di Sultra tersebut, namun prinsip ke hati-hatian, kualitas pekerjaan perlu diutamakan.

“Semalam kami diskusi dengan pak Gubernur dan memang menyepakati bahwa penyelesaian proyek itu yang menjadi hak utama dengan memperhatikan teknik kualitas dari infrastruktur yang di bangun,” sambungnya.

Hal yang paling utama adalah kualitas pekerjaan yang bagus, PT SMI, tidak hanya mengevaluasi progres dari teknik, tapi juga memperhatikan sumber daya manusia yang terlibat dalam proyek secara langsung, baik itu sumber daya materi, yang sebagian besar diperoleh dari Sultra sendiri. Selanjutnya, tenaga kerja juga banyak menggunakan tenaga kerja lokal. SMI juga memperhatikan yang dikenal dengan ISS, atau dengan yang dikenal evarmator. Kedua proyek ini, memperhatikan aspek-aspek dan di berikan catatan ketika pertama kali memberikan pembiayaan dan terus akan termonitor. Aspek sosial dan lingkungan lanjutnya diharapkan berdampak positif dari pembangunan proyek tersebut.

“Saya rasa ini komitmen yang kuat pemprov untuk menyepakati pemenuhan syarat-syarat itu dan artinya ini menunjukan kualitas pemprov yang berkomitmen untuk membangun secara berkelanjutan,” tutup Faris Pranawa. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.