OJK Sultra Diminta Lebih Giat Dalam Pengawasan Investasi Melalui Aplikasi Digital

Ketgam: Direktur KASASI LAW FIRM Yedi Kusnadi, SH,. MH saat bertandan dan foto bersama dengan salah satu pihak OJK Sultra. Dok: Ist.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Direktur KASASI LAW FIRM, Yedi Kusnadi, SH., MH mengkritisi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melindungi kepentingan konsumen (masyarakat) dan fungsi pengawasan terkait maraknya investasi yang ditawarkan dengan iming-iming mudah mendapatkan uang hanya bermodal iklan di aplikasi digital.

Bacaan Lainnya

Menurut Yedi Kusnadi, banyak kasus setelah masyarakat membeli Iklan dan tergiur dengan iming-iming keuntungan yang terjadi malah sebaliknya. Mereka mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Yedi mencontohkan aplikasi Advance Global Technology (AGT) yang menawarkan investasi dengan hasil yang menggiurkan. Aplikasi AGT sejak 25 Juni 2022 lalu sudah tidak bisa di akses .

“Seharusnya OJK mengedukasi masyarakat sehingga terbangun kesadaran berinvestasi agar hal ini tidak terjadi terus menerus,” ungkapnya.

Yedi Kusnadi mengatakan, masyarakat tidak mempertimbangkan apakah aplikasi tersebut legal, untuk mengetahui apakah investasi itu memiliki dasar hukum atau izin serta terdaftar dan diawasi OJK atau tidak.

Ketgam: Yedi Kusnadi, SH.,HM bersama rekannya saat berkunjung ke kantor OJK Sultra. Dok: Ist.

Sampai saat ini ungkap Yedi Kusnadi, tidak ada upaya berarti yang dilakukan OJK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait dugaan investasi ilegal tersebut. Padahal banyak masyarakat di Sultra yang mengadukan hal tersebut ke lembaganya.

“Mereka dirugikan karena bujukan para Leadher AGT. Bahkan ada kasus sebagian mahasiswa yang tidak bisa wisuda karena membeli mesin iklan tersebut. Ada juga ibu rumah tangga yang menjual harta berharga mereka hanya untuk mendapatkan uang dengan mudah,” paparnya.

Lembaga yang dipimpinnya lalu memutuskan untuk melaporkan secara resmi Aplikasi yang dimaksud, yaitu AGT ke kepolisian Tertanggal 1 Juli 2022 lalu.

Yedi mencontohkan, masyarakat membeli mesin Iklan sebesar Rp.262.000,. Dari uang itu, mereka dijanjikan keuntungan sebesar Rp.483.000 dengan estimasi 21 hari. Yedi Kusnadi mengklaim banyak mesin iklan dengan jumlah yang lebih besar dan keuntungan yang lebih besar dengan estimasi hari yang berbeda-beda.

“OJK kami harap bisa menjadi wadah pengaduan masyarakat khusunya di Sultra agar sebaiknya lebih giat mengedukasi masyarakat agar lebih hati-hati dalam berinvestasi,” harapnya.

“Masyarakat nanti biar tahu apakah yang ditawarkan itu memiliki dasar hukum, terdaftar dan diawasi OJK atau tidak. Kami siap membantu mensosialisasikan ke masyarakat,” tutup Yedi Kusnadi. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.