Berkas Perkara Adik Bupati Koltim Abdul Rahim H. Jangi Masuk ke Kejati

Ketgam: Plh. Kepala Seksi (Kasi, Penegakan Hukum (Penkum), Kejati Sultra, Keyu Zulkarnain Arif bersama Fadli A Safaa saat memberikan keterangan pers kepada awak. Dok: Ist.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI -, Berkas perkara Abdul Rahim H. Jangi (Adik Bupati Koltim Red), bersama Leo Robert Halim telah dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati), Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu disampaikan Plh. Kepala Seksi (Kasi, Penegakan Hukum (Penkum), Kejati Sultra, Keyu Zulkarnain Arif, kepada awak media, Kamis, 22 Desember 2022.

Bacaan Lainnya

Menurut Keyu, berkas kedua tersangka tersebut telah diterima. Meski begitu, Kejati terlebih dahulu harus melakukan penelitian. Nah, penyidikan dianggap telah selesai apabila dalam waktu 14 (empat belas) hari penuntut umum tidak mengembalikan hasil penyidikan, atau apabila sebelum batas waktu tersebut berakhir telah ada pemberitahuan tentang hal itu dari penuntut umum kepada penyidik.

“Penelitian selama 14 hari. Ketika sudah lengkap maka kita terbitkan P21. Kemudian kita limpahkan,” ungkapnya, Kamis, (22/12).

Keyu menjelaskan, jika masih ada yang kurang lengkap maka penyidik kepolisian akan diberikan petunjuk oleh JPU dalam rangka melengkapi berkas. “Penahanan tersangka masih kewenangan penyidik kepolisian. Kami masih lakukan penelitian. Pastinya, berkas kedua tersangka itu sudah masuk ya,” jelas Keyu yang juga Kasi Ekonomi dan Moneter Kejati Sultra.

Lanjut dia, soal penyerahan tersangka itu merupakan kewajiban dari penyidik bersamaan dengan barang bukti ketika sudah lengkap. Lalu apakah dilakukan penahanan?, kata Keyu, jika melihat pasal yang dikenakan adalah 263 dengan ancaman 6 tahun penjara. Berdasarkan hukum acara pidana di atas lima tahun dapat langsung dilakukan penahanan. “Teman media pasti akan kami infokan perkembangan kedua tersangka ini,” sambung Keyu.

Sebelumnya, penyidik Polda Sultra telah menetapkan tersangka Abdul Rahim H. Jangi karena diduga melakukan pemalsuan tandatangan direktur utama PT Mandala Jayakarta, Yeniayas Laturumo saat melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kemudian Leo Robert Halim juga ditetapkan tersangka karena diduga telah memfalisitasi Abdul Rahim H.Jangi saat melakukan RUPS. “Pada dasarnya berkas kedua tersangka tersebut sementara kami pelajari,” tandas Keyu.

Ditemui terpisah, Kuasa Hukum Yeniayas Latorumo, Rustam Herman SH, MH
membeberkan, selain melaporkan ke Polda Sultra, pihaknya juga telah menggugat di
Pengadilan Negeri Kendari, terkait pemalsuan dokumen perusahaan oleh Abdul Rahim H.Jangi yang merupakan adik dari Bupati Koltim.

Kata dia, ada perubahan akta notaris 2019. Dalam RUPS itu telah mencantumkan atau mencatut tanda tangan seolah-olah Yeniayas hadir dalam RUPS dan menyetujui semua keputusan RUPS tersebut. Padahal itu tidak benar. Gugatan tersebut teregistrasi pada 1 Desember 2022 dengan Nomor 135/PDt.G/2022/PN Kendari.

Agenda sidang pun ditetapkan 22 Desember pukul 10.00 Wita. Selain Abdul Rahim, lanjut dia, ada beberapa nama lain yang menjadi tergugat. Mereka adalah, Leo Robert Halim, Sarmin, Thobrani Alwi juga Ahmad Djalil.”Intinya gugatan itu terkait pemalsuan tanda tangan oleh Abdul Rahim H.Jangi yang telah melakukan RUPS luar biasa tentang perubahan struktur PT Mandala Jayakarta,” tutupnya. (Edi Fiat)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *