Cabai Rawit Di Kendari Naik Gila-gilaan! Siap-Siap Kantong Tercekik

Harga cabai rawit di Kendari melonjak hingga Rp70 ribu per kg jelang Lebaran 2026, warga pun diminta bersiap belanja lebih hemat.

Cabai Rawit Di Kendari Naik Gila-gilaan! Siap-Siap Kantong Tercekik

Harga cabai rawit di Pasar Basah Mandonga, Kendari, naik drastis menjelang Idulfitri 2026. Dari harga normal, kini menyentuh Rp70 ribu per kilogram, membuat banyak rumah tangga kaget. Lonjakan ini memengaruhi pengeluaran sehari-hari, terutama untuk persiapan masakan Lebaran.

ALL ABOUT SULAWESI TENGGARA ini akan membahas penyebab kenaikan harga, dampaknya bagi warga dan pedagang, serta tips belanja hemat agar tetap bisa menikmati masakan pedas khas Lebaran tanpa kantong jebol.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Lonjakan Harga Cabai Rawit Di Pasar Basah Mandonga

Selasa (17/3/2026), harga cabai rawit di Pasar Basah Mandonga, Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami lonjakan signifikan menjelang perayaan Idulfitri 2026. Berdasarkan pantauan pasar tradisional setempat, harga cabai rawit kini mencapai kisaran Rp70.000 per kilogram, jauh dari harga biasanya di kisaran Rp40.000.

Kenaikan ini menjadi perhatian masyarakat rumah tangga yang harus menyiapkan sejumlah bahan pokok untuk kebutuhan menjelang Lebaran. Cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan harga karena perannya dalam masakan sehari‑hari yang dominan.

Selain cabai rawit, sejumlah bahan pokok lain, seperti bawang merah juga ikut merangkak naik, menambah beban pengeluaran masyarakat di masa persiapan Lebaran.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Penyebab Utama Melonjaknya Harga Cabai

Menurut pedagang di pasar, salah satu penyebab utama harga cabai rawit melonjak adalah keterbatasan pasokan lokal dari petani di wilayah Sulawesi Tenggara. Pasokan yang tidak mencukupi kebutuhan lokal membuat pedagang terpaksa menarik cabai dari luar daerah.

Beberapa pedagang mengatakan pasokan cabai biasanya datang dari sentra pertanian di Sulawesi Selatan. Namun, kondisi pasokan yang kurang stabil dalam beberapa waktu terakhir membuat harga di Kendari semakin tinggi.

Kondisi ini diperburuk oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran, ketika kebutuhan dapur meningkat secara signifikan. Permintaan yang naik sementara pasokan terbatas menjadi pendorong utama lonjakan harga.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Keindahan dan Budaya Desa Moronene Yang Bikin Terkesima!

Dampak Kenaikan Harga Bagi Konsumen

 Dampak Kenaikan Harga Bagi Konsumen 700

Kenaikan harga cabai rawit menjadi beban tambahan bagi konsumen yang harus menyiapkan berbagai menu tradisional Lebaran. Bagi banyak keluarga, cabai rawit merupakan komoditas wajib yang tak bisa dihilangkan dari daftar belanja.

Kondisi ini membuat rumah tangga perlu mengatur ulang anggaran belanja agar tetap bisa memenuhi kebutuhan lain seperti daging, beras, dan sayuran. Kenaikan harga komoditas penting seperti cabai rawit dapat meningkatkan tekanan inflasi di tingkat rumah tangga.

Selain itu, lonjakan harga turut memicu kekhawatiran masyarakat soal daya beli, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang setiap rupiah sangat diperhitungkan dalam menyusun kebutuhan Lebaran.

Respons Pedagang Dan Prediksi Harga Lebaran

Para pedagang di Pasar Basah Mandonga menyebut lonjakan harga ini telah terjadi beberapa minggu terakhir. Awalnya, harga cabai rawit hanya sekitar Rp40 ribu per kilogram, namun terus naik sehingga kini mencapai Rp70 ribu.

Pedagang menjelaskan bahwa harga kemungkinan masih akan berfluktuasi mendekati hari raya. Dalam beberapa pasar tradisional lain di Kendari, seperti Pasar Korem, cabai rawit sudah dijual sekitar Rp55 ribu per kilogram, dan diperkirakan bisa terus naik seiring permintaan.

Prediksi pedagang menunjukkan harga cabai rawit bisa kembali menembus angka tertinggi jika permintaan melonjak tajam dan pasokan tetap terbatas. Kondisi seperti ini sering terjadi menjelang hari besar keagamaan di berbagai daerah.

Solusi dan Harapan Di Tengah Kenaikan Harga

Kenaikan harga seperti ini biasanya memicu upaya dari pemerintah daerah untuk memantau stok dan harga bahan pokok. Sidak pasar dan operasi pasar murah kerap dilakukan untuk menekan lonjakan harga di tengah masyarakat.

Masyarakat juga dianjurkan untuk belanja dalam batas wajar agar tidak memperparah kekosongan stok di pedagang kecil. Belanja berlebihan pada waktu harga sudah tinggi berpotensi mempercepat kelangkaan dan dorong harga semakin naik.

Beberapa pihak berharap pasokan cabai dari luar daerah bisa ditingkatkan agar kebutuhan lokal terpenuhi tanpa tekanan harga yang berlebihan. Pasokan yang lancar diharapkan bisa membantu stabilisasi harga menjelang Idulfitri 2026.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari sultra.tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari treasury.id

Similar Posts