Pria ODGJ Ngamuk Dan Ambil 60 Bungkus Rokok, Netizen: ‘Gila, Ini Gila!
Detik-detik menegangkan! Pria ODGJ ngamuk dan borong 60 bungkus rokok di minimarket Pinrang, bikin pengunjung panik dan netizen heboh.
Kejadian mengejutkan terjadi di sebuah minimarket di Pinrang ketika seorang pria ODGJ tiba-tiba ngamuk dan mengambil 60 bungkus rokok sekaligus. Aksi ini membuat pengunjung panik dan karyawan minimarket kewalahan.
Video detik-detik peristiwa ini pun viral di media sosial, menuai komentar heboh netizen. Banyak yang menyebut aksinya “gila” dan sulit dipercaya. Yuk, simak kronologi lengkap kejadian ini, bagaimana reaksi pengunjung, dan apa langkah yang diambil pihak minimarket saat insiden ini terjadi! hanya ada di ALL ABOUT SULAWESI TENGGARA.
Kronologi Kejadian Di Minimarket Pinrang
Pada Jumat dini hari (27/3/2026) sekitar pukul 02.40 Wita, suasana sepi di Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan berubah mencekam. Seorang pria berinisial SU (30) tiba‑tiba muncul di sebuah minimarket sambil membawa sabit dan mulai bertindak aneh dan agresif.
Rekaman CCTV menunjukkan pria ini masuk ke dalam minimarket dengan membawa sabit di tangannya, lalu mengancam suasana sehingga pegawai ketakutan dan memilih mundur tanpa melawan. Suasana langsung tegang saat aksi ini berlangsung.
Setelah melihat tidak ada perlawanan, pelaku langsung merusak kaca jendela dan tempat penyimpanan es di minimarket. Tidak hanya itu, ia juga berusaha mengambil barang di kasir sebelum akhirnya menghadapi polisi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Aksi Mengambil 60 Bungkus Rokok
Berdasarkan laporan pihak minimarket, pelaku sempat mengambil sekitar 60 bungkus rokok yang ada di rak. Barang‑barang itu kemudian dimasukkan ke dalam sarung yang dibawanya, seolah ingin dibawa kabur sekaligus.
Namun ketika aparat kepolisian melakukan pemeriksaan setelah kejadian, hanya ditemukan 20 bungkus rokok dari jumlah total yang dilaporkan. Polisi menduga sebagian bungkus mungkin jatuh karena pelaku hanya memasukkan rokok secara cepat ke dalam sarung.
Jumlah rokok yang diambil ini langsung menjadi bagian sorotan masyarakat karena bukan hanya jumlahnya yang banyak, tetapi juga perilaku pelaku yang dianggap tidak biasa dalam konteks pencurian atau kerusakan.
Baca Juga: Pantai Kendari Sunset Point, Matahari Terbenam di Sulawesi Tenggara
Identitas Pelaku Dan Dugaan ODGJ
Setelah polisi bergerak menuju lokasi kejadian, pelaku kemudian berhasil diidentifikasi dan diamankan tanpa perlawanan. Aparat langsung membawa pria tersebut dari tempat kejadian.
Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa pria tersebut memang mengidap gangguan jiwa atau ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dan mengalami kambuh sebelum melakukan tindakan tersebut.
Atas dasar itu, keluarga berencana membawa pelaku untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit jiwa di Makassar, dengan didampingi pihak kepolisian dan tenaga medis.
Tindakan Kepolisian Dan Proses Selanjutnya
Kapolsek Duampanua, AKP Muslimin, menyatakan bahwa pihak polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut terhadap pelaku.
Hasil pemeriksaan medis ini penting sebagai dasar hukum sebelum polisi memutuskan apakah pelaku akan diproses secara hukum atau lebih difokuskan pada perawatan kesehatan mentalnya.
Polisi telah membawa pelaku ke RSUD Lasinrang dan rencananya akan dirujuk ke rumah sakit jiwa di Makassar untuk pemeriksaan mendalam dan pendampingan keluarga. Ke depannya, tindakan hukum akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan tersebut.
Reaksi Warga Dan Dampak Peristiwa
Peristiwa ini langsung menjadi pembicaraan warga di Pinrang dan sekitarnya. Banyak netizen mengunggah rekaman kejadian yang sempat beredar di media sosial, sehingga menarik perhatian publik luas.
Komunitas lokal pun bereaksi atas kejadian tersebut, mempertanyakan kondisi kesehatan mental yang perlu mendapat perhatian lebih dari masyarakat dan pihak terkait. Kasus ini membuka diskusi tentang pentingnya pemantauan kesehatan jiwa.
Di sisi lain, minimarket dan pihak keamanan juga mengambil langkah antisipatif untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam‑jam sepi, agar kejadian serupa tidak terulang di lain waktu.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kumparan.com