Nggak Nyangka! Kapurung Sultra, Kuliner Legendaris Sulawesi Tenggara
Kapurung Sultra, kuliner legendaris Sulawesi Tenggara dari sagu dan ikan, gurih dan pedas, rasanya bikin ketagihan sejak suapan pertama!
Kapurung Sultra adalah salah satu kuliner legendaris dari Sulawesi Tenggara yang wajib dicoba. Terbuat dari sagu yang dikukus hingga lembut dan dicampur dengan kuah ikan atau daging berbumbu pedas, makanan ini menawarkan sensasi rasa yang unik dan menggugah selera.
Setiap suapan menghadirkan perpaduan gurih, pedas, dan legit dari sagu yang lumer di mulut. Tidak hanya memanjakan lidah, Kapurung juga mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat Sultra yang kaya akan cita rasa lokal. Berikut ini ulasan lengkap hanya ada di ALL ABOUT SULAWESI TENGGARA tentang keistimewaan Kapurung Sultra.
Mengenal Kapurung, Kuliner Khas Sultra
Kapurung Sultra adalah makanan tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Hidangan ini terkenal dengan bahan utamanya, yaitu sagu, yang diolah menjadi adonan kenyal dan lembut.
Kapurung biasanya disajikan bersama kuah ikan atau daging yang pedas dan gurih. Kuah ini memberikan rasa khas yang membuat Kapurung berbeda dari olahan sagu lainnya.
Selain lezat, Kapurung juga sarat nilai budaya. Makanan ini sering dijadikan hidangan dalam acara adat atau pertemuan keluarga, menunjukkan pentingnya kuliner dalam tradisi masyarakat Sultra.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bahan Dan Proses Pembuatan Kapurung
Bahan utama Kapurung adalah sagu yang dicampur dengan air hingga menjadi adonan kental. Sagu ini kemudian dibentuk bulat-bulat atau digepengkan sesuai tradisi lokal.
Kuah pendampingnya dibuat dari ikan segar atau daging, dicampur dengan bumbu pedas khas Sultra, seperti cabai, bawang merah, dan rempah lainnya. Proses perebusan kuah biasanya lama agar rasa lebih meresap.
Setelah sagu dan kuah siap, keduanya disajikan bersama sayuran segar seperti daun singkong atau kangkung. Perpaduan ini menghasilkan hidangan yang gurih, pedas, dan teksturnya kenyal, membuat Kapurung unik dan lezat.
Baca Juga:Â Dari Ritual Sakral Hingga Tarian Meriah, Festival Buton Wajib Dikunjungi
Rasa Yang Membuat Ketagihan
Kapurung Sultra memiliki rasa yang kompleks namun seimbang. Kenyalnya sagu berpadu dengan kuah pedas dan gurih, menciptakan sensasi makan yang khas dan memikat.
Rasa pedas dari cabai segar dan bumbu rempah membuat setiap suapan terasa hangat dan menggugah selera. Sensasi gurih dari kuah ikan atau daging semakin memperkaya cita rasa hidangan ini.
Banyak wisatawan yang pertama kali mencoba Kapurung langsung jatuh cinta. Tekstur sagu yang lembut dan kuah yang kaya rempah membuat hidangan ini sulit dilupakan, bahkan ingin dicoba lagi.
Popularitas Kapurung Di Kalangan Wisatawan
Seiring berkembangnya pariwisata Sultra, Kapurung mulai dikenal luas oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Restoran dan warung tradisional di Kendari dan sekitarnya rutin menyajikannya.
Media sosial juga turut berperan dalam meningkatkan popularitas Kapurung. Banyak konten yang menampilkan proses pembuatan hingga penyajiannya, membuat orang penasaran untuk mencicipi langsung.
Selain itu, Kapurung menjadi ikon kuliner Sultra yang memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Wisata kuliner ini kini sering masuk daftar “must-try” bagi pengunjung yang ingin merasakan autentikasi daerah.
Tips Menikmati Kapurung Sultra
Untuk menikmati Kapurung, sebaiknya dicicipi dalam keadaan hangat agar tekstur sagu tetap kenyal dan kuah lebih nikmat. Hidangan ini paling pas disantap bersama nasi atau langsung dari mangkuk tradisional.
Bagi yang belum terbiasa dengan rasa pedas, bisa meminta kuah sedikit lebih ringan. Namun, pedas khas Sultra justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner pedas.
Selain itu, jangan lupa mencicipi variasi Kapurung lainnya. Beberapa warung menambahkan bahan seperti udang, cumi, atau ayam, sehingga memberikan sensasi berbeda namun tetap otentik.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari suara.com