Bangun Solidaritas Dan Budaya, Diksar TAWON ke-27 Resmi Digelar Di Molawe–Lasolo
Diksar TAWON ke-27 di Molawe–Lasolo hadir untuk memperkuat solidaritas sekaligus melestarikan adat Suku Tolaki di tengah arus modernisasi.
Pelaksanaan Diksar Tamalaki Wonua Ndolaki (TAWON) Angkatan ke-27 menjadi momentum penting dalam menjaga jati diri budaya Suku Tolaki. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan ALL ABOUT SULAWESI TENGGARA melalui nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Diksar TAWON Angkatan Ke-27 Resmi Digelar Di Lametono
Tamalaki Wonua Ndolaki (TAWON) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi berkarakter melalui penyelenggaraan Pendidikan Dasar (Diksar) Perekrutan Anggota Baru Angkatan ke-27. Kegiatan ini berlangsung di Desa Lametono, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, pada Minggu, 1 Februari 2026, dengan dihadiri tokoh masyarakat, pemerintah, hingga perwakilan perusahaan.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang perekrutan anggota, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Suku Tolaki. Di tengah arus modernisasi, organisasi ini berupaya menjaga nilai-nilai tradisional agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.
Antusiasme peserta dan masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas adat, melainkan tugas bersama seluruh elemen daerah.
Komitmen TAWON Menjaga Warisan Budaya Tolaki
Ketua TAWON Distrik Molawe, Asrin, menegaskan bahwa tujuan utama Diksar tahun ini adalah memastikan keberlangsungan adat Tolaki yang mulai tergerus perubahan zaman. Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai penjaga tradisi sekaligus penggerak kemajuan desa.
Menurutnya, perekrutan anggota baru bukan sekadar menambah jumlah kader organisasi. Lebih dari itu, TAWON ingin membentuk individu yang bersedia mempelajari budaya leluhur, menghargai nilai kebersamaan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak berdiri, TAWON mengemban misi ganda, yakni mendukung pembangunan masyarakat sekaligus mempertahankan keaslian budaya. Nilai-nilai seperti gotong royong, tradisi pertanian bersama, penggunaan bahasa daerah, hingga pelaksanaan upacara adat menjadi fondasi yang terus dijaga oleh organisasi ini.
Baca Juga: Budaya Sulawesi Tenggara: Keunikan Mosehe Wonua Yang Menarik
Pesan Tokoh: Budaya Sebagai Identitas Kebanggaan
Ketua Umum TAWON Sulawesi Tenggara, Bibi Asmara, SH, mengingatkan pentingnya menjaga adat istiadat yang sarat makna budaya. Ia mengajak masyarakat untuk terus melestarikan bahasa daerah, merawat tradisi, serta mempertahankan hubungan harmonis dengan alam dan antar-suku.
Baginya, warisan leluhur bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber identitas dan kebanggaan masyarakat Tolaki. Jika dirawat dengan baik, budaya tersebut dapat menjadi kekuatan sosial yang mempersatukan komunitas di tengah keberagaman.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak harus menghapus tradisi. Justru dengan adaptasi yang tepat, budaya lokal dapat tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Dukungan Pemerintah Dan Dunia Usaha
Pelaksanaan Diksar mendapat dukungan luas, termasuk dari PT Antam Tbk UBPN Konawe Utara. Perwakilan perusahaan menilai pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan TAWON, baik melalui pendanaan upacara adat maupun pelatihan keterampilan budaya.
Perusahaan juga berharap hubungan harmonis antara masyarakat dan sektor industri dapat terus terjalin. Dengan memperkuat budaya, kerja sama dalam pengelolaan sumber daya alam diharapkan berlangsung lebih bijak dan saling menguntungkan.
Apresiasi serupa datang dari Anggota DPRD Konawe Utara, Muladis, S.IP. Ia menilai langkah TAWON sebagai contoh nyata upaya menjaga jati diri daerah. Bahkan, ia berkomitmen mendorong kebijakan yang mendukung pelestarian budaya, termasuk kemungkinan pengalokasian anggaran bagi organisasi masyarakat yang bergerak di bidang tersebut.
Perekrutan Anggota Baru Dan Harapan Masa Depan
Diksar Angkatan ke-27 membuka proses perekrutan selama tiga minggu dengan fokus pada calon anggota yang memiliki minat mempelajari adat Tolaki. Para peserta nantinya akan mengikuti pelatihan komprehensif, mulai dari pembelajaran bahasa daerah hingga pemahaman filosofi adat.
Mereka juga akan diperkenalkan pada praktik tradisional seperti upacara “mappacci” dan “kalosi,” yang mengandung nilai spiritual serta kebersamaan. Selain itu, program kerja ke depan mencakup kelas bahasa Tolaki untuk anak-anak, penyusunan buku panduan adat, dan festival budaya guna memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat luas.
Acara ditutup dengan doa adat yang dipimpin tokoh seni Tolaki, dilanjutkan pembagian formulir pendaftaran kepada calon anggota. Semua pihak berharap generasi baru TAWON mampu menjadi agen perubahan tidak hanya mendorong pembangunan desa, tetapi juga menjaga serta meneruskan warisan budaya Suku Tolaki di wilayah Molawe, Lasolo, dan sekitarnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari reformasiaktual.com
- Gambar Kedua dari sultrasatu.com